Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Seminggu Terendam, Warga Cikande Lelah Mengungsi: Azwar Anas Bongkar Pola Bantuan “Mi Instan”

109
×

Seminggu Terendam, Warga Cikande Lelah Mengungsi: Azwar Anas Bongkar Pola Bantuan “Mi Instan”

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN — Sudah satu pekan lamanya, sebanyak 80 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 200 jiwa di Kampung Kalong, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, terpaksa bertahan di posko pengungsian. Luapan Sungai Cidurian yang tak kunjung surut membuat seluruh rumah warga di satu RT tersebut masih terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam. Warga tidak hanya kehilangan kenyamanan tempat tinggal, tetapi juga mulai mengalami kelelahan fisik dan mental akibat lamanya masa pengungsian.

Banner

Rasman (30), salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa meskipun bantuan dari Kementerian Sosial dan Pemerintah Desa telah disalurkan, situasi di pengungsian kian terasa berat setelah lebih dari enam hari bertahan.

“Sudah lebih dari enam hari kami di sini. Air di rumah masih sepinggang. Satu RT, sekitar 80 KK, semuanya terdampak. Untuk layanan kesehatan memang ada dari kepolisian dan puskesmas, tapi kondisi ini sudah sangat melelahkan bagi warga,” ujar Rasman kepada, Minggu (25/1/2026).

Kejenuhan warga juga dipicu oleh keterbatasan konsumsi, yang didominasi makanan instan. Mendengar keluhan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Demokrat, Azwar Anas, turun langsung meninjau tiga titik pengungsian di Desa Parigi.

Baca juga:  Kemensos RI Bedah 9 Rumah Tak Layak Huni di Serang, Warga Terharu

Tak hanya menyerahkan bantuan sembako, Azwar Anas secara spontan memberikan bantuan uang tunai kepada warga agar mereka dapat membeli lauk-pauk segar dan makanan yang lebih layak.

“Saya dengar dari Pak RT, masyarakat sudah bosan makan mi instan setiap hari. Karena itu saya berikan sedikit uang tunai agar warga bisa membeli lauk segar. Kita ingin meringankan beban mereka secara nyata, bukan simbolik,” kata Azwar di lokasi.

Lebih jauh, Azwar melontarkan kritik keras terhadap pola penanganan banjir yang dinilainya masih bersifat reaktif dan seremonial. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Serang tidak boleh merasa cukup hanya dengan menyalurkan bantuan logistik tanpa menyentuh akar persoalan.

“Kalau hanya bagi-bagi sembako, masalah tidak akan selesai. Banjir akan datang lagi. Masyarakat tidak butuh sekadar mi instan, yang mereka butuhkan adalah rumahnya tidak kebanjiran lagi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Azwar Anas menyatakan akan menginisiasi rapat lintas sektor pada Rabu (28/1/2026) dengan melibatkan pimpinan DPRD, ketua komisi, ketua fraksi, serta Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, dan Dinas Sosial Kabupaten Serang.

Baca juga:  Klarifikasi Kasus P3K di Grogol, Dugaan Mengarah ke Pelecehan Disertai Ancaman dan Paksaan

Fokus rapat tersebut adalah merumuskan solusi permanen melalui normalisasi atau pembenahan aliran Sungai Cidurian, termasuk perhitungan kebutuhan anggaran secara komprehensif.

“Hari Rabu kita kumpul semua. Kita cari solusi permanen dan hitung kebutuhan anggarannya. Ini harus serius,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong penganggaran penanganan banjir secara maksimal agar warga Cikande tidak terus-menerus menjadi korban setiap musim hujan.

“Kami akan dorong habis-habisan anggaran penanganan banjir di Cikande. Warga tidak boleh lagi mengungsi berminggu-minggu setiap tahun. Kita butuh solusi menang untuk semua, bukan sekadar tumpukan kardus mi instan,” pungkas Azwar Anas.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!