SERANG, RUBRIKBANTEN – Memasuki satu tahun kepemimpinan, Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia menunjukkan capaian konkret. Berbagai indikator pembangunan mencatat tren positif sepanjang 2025, menandai arah kebijakan yang semakin terukur dan berdampak langsung pada masyarakat.
Mengusung visi “Satu Arah Kemajuan: Ekonomi Mandiri untuk Kesejahteraan Warga”, Pemkot Serang menitikberatkan pembangunan pada penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas hidup, serta pemerataan infrastruktur.
“Dalam momentum satu tahun ini, fokus utama kami adalah meletakkan fondasi kuat melalui ekonomi mandiri demi kesejahteraan warga Kota Serang. Setiap program dirancang agar berdampak langsung dan tepat sasaran,” ujar Budi.
Kualitas Hidup Warga Meningkat
Capaian signifikan terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Serang yang naik dari 76,90 pada 2024 menjadi 77,50 di tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh membaiknya layanan kesehatan, pendidikan, serta daya beli masyarakat.
Usia harapan hidup warga kini mencapai 75,63 tahun. Pemerintah bahkan menargetkan IPM terus meningkat hingga 78,48 pada 2027.
Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Di sektor ekonomi, laju pertumbuhan mencapai 5,2 persen pada 2025, naik dari 4,71 persen di tahun sebelumnya. Dampaknya, kesejahteraan warga ikut terdongkrak.
• PDRB per kapita meningkat dari Rp58,49 juta menjadi Rp61,65 juta
• Pengangguran turun menjadi 6,95 persen melalui program Serang Kreatif Produktif
• Kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,51 persen
Capaian ini menjadi indikator bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan mulai memberikan hasil nyata di lapangan.
Infrastruktur Berdampak Langsung ke Ekonomi
Kepala Bapperida Kota Serang, W. Hari Pamungkas menegaskan bahwa pembangunan tidak sekadar mengejar fisik, tetapi dirancang memberi efek ganda bagi perekonomian.
“Pembangunan infrastruktur yang dilakukan memiliki multiplier effect terhadap ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Salah satu contohnya adalah pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Kasemen yang memperlancar distribusi hasil pertanian dan menggerakkan ekonomi warga.
Selain itu, penanganan banjir juga menjadi fokus strategis. Setelah normalisasi Sungai Cibanten yang mencapai perlindungan 72,69 persen pada 2025, kini dilanjutkan dengan normalisasi Sungai Karangantu atau Kali Sultan.
Proyek ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus membawa dampak besar bagi nelayan. Pendangkalan muara yang selama ini menghambat aktivitas kapal mulai diatasi, sehingga diharapkan mampu menghidupkan kembali ekonomi pesisir.
“Normalisasi ini bukan hanya mengatasi banjir, tapi juga memperlancar ekonomi perikanan dan perdagangan masyarakat,” tambah Hari.
Menuju Era Emas Kota Serang
Dengan fondasi yang telah dibangun di tahun pertama, Pemkot Serang optimistis menatap 2027. Kepemimpinan yang kolaboratif, program yang terukur, serta capaian makro yang terus meningkat menjadi modal kuat menuju kota yang maju dan sejahtera.
Langkah Budi–Agis kini tidak sekadar janji, tetapi mulai menorehkan “tinta emas” pembangunan membawa Kota Serang semakin dekat menuju era keemasannya.















