CILEGON, RUBRIKBANTEN – Puluhan santri dan santriwati di sebuah madrasah di Kota Cilegon diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kapolres Cilegon, Martua Raja Taripar Laut Silitonga, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
“Penyelidikan sedang kami lakukan untuk mencari dugaan peristiwa pidana. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon,” ujarnya.
Menurutnya, uji laboratorium menjadi kunci untuk memastikan penyebab keracunan. Jika diperlukan, pemeriksaan akan diperluas hingga melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi bahkan Kementerian Kesehatan guna memastikan keabsahan hasil uji.
“Kalau memang diperlukan, pemeriksaan lanjutan bisa sampai ke tingkat provinsi bahkan Kementerian Kesehatan untuk memastikan keaslian hasil uji laboratorium,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, saat pihak kepolisian melakukan pengecekan langsung ke lapangan, terdapat 8 korban yang dirawat di Puskesmas Cibeber. Namun, jumlah tersebut bertambah setelah ditemukan korban lain di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Data sementara sekitar 49 orang yang mengalami gejala, tersebar di beberapa puskesmas seperti Cibeber dan Jombang,” ungkapnya.
Gejala yang dialami para korban pun bervariasi, mulai dari mual, muntah, hingga pusing. Polisi menyebut reaksi setiap korban berbeda tergantung kondisi fisik masing-masing.
“Reaksi fisiologis setiap orang berbeda. Ada yang langsung merasakan efek setelah mengonsumsi makanan, ada juga yang beberapa waktu kemudian,” katanya.
Saat ini, polisi tengah mengumpulkan berbagai alat bukti, mulai dari keterangan saksi, hasil laboratorium, hingga kemungkinan rekaman CCTV untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan mengambil sampel makanan serta melakukan pemeriksaan medis terhadap para korban untuk mencocokkan kandungan yang masuk ke tubuh dengan makanan yang dikonsumsi.
“Semua akan kami dalami, termasuk bahan baku makanan, hasil uji lab, dan kondisi korban, agar jelas apakah ada kaitannya,” tegasnya.















