Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Mahasiswa Jadi Target Investasi Bodong, Pemprov Banten Perkuat Literasi Keuangan 

136
×

Mahasiswa Jadi Target Investasi Bodong, Pemprov Banten Perkuat Literasi Keuangan 

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda guna mencegah mahasiswa terjebak dalam praktik keuangan ilegal, seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal.

Hal itu disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, mewakili Gubernur Banten Andra Soni saat menjadi keynote speaker dalam Kuliah Umum Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten.

Banner

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.500 mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Auditorium Kampus Sindangsari, Kabupaten Serang, Kamis (9/4/2026).

Rina menegaskan, rendahnya tingkat literasi keuangan masih menjadi celah bagi maraknya praktik investasi ilegal yang merugikan masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga mencakup keterampilan serta keyakinan dalam mengelola keuangan secara bijak.

“Literasi keuangan masyarakat kita masih perlu ditingkatkan. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab melalui investasi bodong. Mahasiswa perlu mulai menabung, memiliki aset, berinvestasi, hingga menciptakan sumber pendapatan pasif sebagai langkah menuju kemandirian finansial,” ujarnya.

Baca juga:  Gedor Hakordia 2025, PHI Serukan Perang Total Basmi Korupsi di Hulu Migas

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa tingkat literasi pasar modal di Indonesia masih tergolong rendah.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, literasi pasar modal baru mencapai 17,78 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat, termasuk mahasiswa, yang belum memahami investasi secara benar.

“Yang terlihat terlalu menggiurkan justru sering menjadi jebakan. Ini yang harus diwaspadai generasi muda,” kata Hasan.

Ia menambahkan, maraknya kasus investasi ilegal dan pinjaman online ilegal menjadi bukti bahwa edukasi keuangan harus terus diperkuat, terutama di lingkungan kampus.

Di sisi lain, Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, menilai pemahaman pasar modal kini menjadi kebutuhan penting di era digital dan global. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kemampuan merencanakan keuangan sejak dini serta memahami investasi jangka panjang.

“Mahasiswa perlu melek digital, mampu merencanakan keuangan sejak dini, serta memahami investasi jangka panjang sebagai bekal masa depan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Untirta untuk terus berkolaborasi dengan OJK dalam memperkuat edukasi keuangan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia nyata.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!