Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

HUT RI ke-81: Warga Pegunungan Mekarsari Belum Merdeka Air, Kemarau Paksa Warga Bergantung Kiriman

116
×

HUT RI ke-81: Warga Pegunungan Mekarsari Belum Merdeka Air, Kemarau Paksa Warga Bergantung Kiriman

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan seluruh masyarakat. Salah satunya warga wilayah pegunungan di Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.

Seorang warga Tembulun, Siti Robiah, mengungkapkan kondisi kekeringan telah berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengandalkan bantuan pengiriman air.

Banner

“Sudah hampir empat bulan, tiga bulanan lah. Ini kemaraunya,” ujar Siti.

Menurutnya, ketika bantuan air datang, setiap kepala keluarga hanya memperoleh sekitar satu galon. Kondisi tersebut membuat warga harus menghemat penggunaan air, terutama untuk kebutuhan minum.

“Orang satu KK dapatnya satu galon. Kalau enggak ada pengiriman ya susah di sini,” katanya.

Siti mengaku bersyukur karena masih ada pengiriman air yang membantu warga bertahan di tengah musim kemarau. Namun, kondisi tersebut dinilai belum menjadi solusi permanen.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi agar warga di kawasan pegunungan tidak terus bergantung pada distribusi air setiap kali musim kemarau datang.

Baca juga:  Langkah Awal Menentukan Kemenangan: Filosofi Catur dari Wakil Gubernur Banten di Hari Lahir Pancasila

“Kalau belum ada merdeka, ya terus-terusan pengiriman air. Kalau sudah ada merdeka, enggak terus-terusan dikirim,” tuturnya.

Menurut Siti, persoalan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi. Hujan memang menjadi harapan utama warga untuk mendapatkan kembali sumber air, tetapi ketika kemarau berkepanjangan, kebutuhan air bersih kembali menjadi persoalan.

“Kalau bisa banyak air mah kalau sudah hujan banyak air. Kalau kemarau enggak ada. Susah buat minum juga. Orang ganti-gantian,” ucapnya.

Di tengah peringatan HUT RI ke-81, kondisi tersebut menjadi potret bahwa makna “merdeka” bagi sebagian warga bukan hanya soal bebas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Bagi warga Tembulun, kemerdekaan yang benar-benar dirasakan adalah ketika air bersih tersedia secara layak dan berkelanjutan, tanpa harus menunggu bantuan setiap kali musim kemarau tiba.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!