CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pendaftaran calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon masih terbilang sepi peminat. Memasuki hari kedua pembukaan pendaftaran, baru satu orang yang tercatat menyerahkan berkas untuk mengikuti proses seleksi.
Satu-satunya pendaftar yang diketahui telah mendaftarkan diri adalah Dede Hifzhi Muzakky.
Anggota Tim Seleksi (Timsel) Calon Pimpinan Baznas Kota Cilegon, Syaeful Bahri, membenarkan bahwa hingga hari kedua pendaftaran, jumlah pelamar yang masuk baru satu orang.
Meski demikian, pihaknya tidak menganggap kondisi tersebut sebagai rendahnya antusiasme masyarakat untuk mengikuti seleksi. Sebab, pendaftaran baru dibuka dan masih tersedia waktu bagi calon peserta untuk melengkapi persyaratan administrasi.
“Hari kedua ini alhamdulillah sudah ada yang daftar, meskipun baru satu orang. Kita yakin akan banyak yang mendaftar karena yang konsultasi sudah banyak,” ujar Syaeful Bahri, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, sejumlah calon peserta telah melakukan konsultasi mengenai mekanisme pendaftaran maupun kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi.
Namun, proses pendaftaran tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena terdapat sejumlah persyaratan administratif yang membutuhkan waktu untuk dipersiapkan.
Di antaranya, calon peserta harus mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter, serta menyiapkan makalah sebagai salah satu persyaratan seleksi.
“Harus mengurus SKCK, tes kesehatan dari dokter, meskipun boleh dari puskesmas juga. Kemudian harus menulis makalah,” jelasnya.
Syaeful menerangkan, proses penjaringan calon pimpinan Baznas kabupaten/kota dilaksanakan melalui tim seleksi dengan mekanisme dan tahapan yang telah ditentukan.
Ia menyebut proses tersebut memiliki sistem seleksi tersendiri, sehingga setiap calon peserta harus memenuhi persyaratan yang berlaku sebelum mengikuti tahapan berikutnya.
Adapun pendaftaran calon pimpinan Baznas Kota Cilegon dijadwalkan 22 Oktober 2026 sampai dengan 11 November 2026.
Dengan masih tersedianya waktu pendaftaran, Timsel optimistis jumlah peserta akan terus bertambah dalam beberapa hari mendatang.
Kondisi minimnya pendaftar pada awal pembukaan seleksi ini sekaligus menjadi perhatian, mengingat posisi pimpinan Baznas memiliki peran strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah serta penyalurannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, proses seleksi diharapkan mampu menjaring figur yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen dalam memperkuat tata kelola zakat di Kota Cilegon.
Timsel pun masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebelum batas waktu pendaftaran berakhir pada tanggal 11 November 2026.















