CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kapolres Cilegon yang baru, AKBP Andika Adi Pradana, mulai memetakan langkah strategis dalam memimpin jajaran kepolisian di Kota Cilegon. Dua persoalan menjadi perhatian utamanya, yakni pemberantasan judi online (judol) dan peredaran narkotika.
Kedua persoalan tersebut menjadi prioritas penegakan hukum yang akan dijalankan sebagai tindak lanjut dari program Kapolri.
“Visi misi saya di sini sebenarnya hanya membawa dua dari turunan program Kapolri. Yang utama itu judol, yang kedua masalah narkoba. Sisanya tetap kita prioritaskan, hanya saja yang diutamakan untuk diungkap terkait masalah judol dan narkoba,” ujar AKBP Andika Adi Pradana kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Cilegon memerlukan strategi yang matang. Terlebih, Cilegon memiliki karakteristik geografis yang cukup kompleks karena menjadi salah satu pintu gerbang penyeberangan antara Pulau Jawa dan Sumatera.
Keberadaan Pelabuhan Merak, aktivitas kapal penyeberangan, serta lalu lintas kapal barang menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam memetakan potensi jalur peredaran narkotika.
Andika menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi jaringan peredaran narkoba, termasuk kemungkinan jalur distribusi yang memanfaatkan akses laut.
“Yang pertama, saya pasti memetakan dulu jaringan narkoba di mana saja dan peredarannya melalui apa saja. Karena kita ketahui Cilegon ini bersinggungan dengan laut, banyak penyeberangan kapal, dan ada juga kapal barang,” jelasnya.
Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah pencegahan dan penindakan secara lebih terarah.
Meski demikian, Andika belum membeberkan secara terperinci pola operasi maupun target pengungkapan kasus yang akan dilakukan jajarannya.
100 Hari Pertama, Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat
Selain fokus terhadap pemberantasan narkoba dan judi online, Andika juga menyiapkan langkah awal selama 100 hari pertama kepemimpinannya di Polres Cilegon.
Menariknya, langkah pertama yang dipilih bukan semata-mata operasi penegakan hukum, melainkan memperkuat komunikasi dan sinergi dengan berbagai unsur masyarakat.
Ia menilai, dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga kalangan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Yang pertama saya lakukan adalah berkoordinasi, bersinergi dengan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, dan yang pasti instansi daerah, seperti Wali Kota, Forkopimda, kemudian mahasiswa-mahasiswa. Itu yang paling utama saya lakukan di 100 hari saya,” ungkapnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi pendekatan awal kepemimpinannya untuk membangun kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan di wilayah hukum Polres Cilegon.
Nataru, Jalur Penyeberangan Jadi Perhatian
Di sisi lain, menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), Andika juga mulai menaruh perhatian terhadap kesiapan pengamanan jalur penyeberangan.
Sebagai wilayah yang memiliki akses penyeberangan strategis, Cilegon menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat pada masa libur panjang.
Andika menyampaikan bahwa pola pengamanan Nataru akan mengacu pada langkah-langkah yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan mengedepankan koordinasi bersama pihak terkait.
“Kalau untuk Nataru kita akan melakukan seperti yang sudah-sudah, membuka semua jalur yang di perairan. Nanti kita akan berkoordinasi dengan…” ujarnya.
Keterangan tersebut belum merinci instansi yang akan dilibatkan maupun skema pengaturan arus penyeberangan selama periode Nataru.
Dengan dua prioritas pemberantasan kejahatan dan penguatan sinergi lintas sektor, kepemimpinan AKBP Andika Adi Pradana di Polres Cilegon kini dihadapkan pada tantangan untuk menerjemahkan komitmen tersebut menjadi langkah nyata, khususnya dalam menekan peredaran narkoba dan praktik judi online.















