SERANG, RUBRIKBANTEN — Gubernur Banten Andra Soni mendorong Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) tidak sekadar menjadi organisasi kepemudaan, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat dengan mendengar aspirasi sekaligus ikut menawarkan solusi atas berbagai persoalan publik.
Pesan tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bapera Provinsi Banten di Ballroom Le Dian Hotel, Kota Serang, Rabu (9/9/2026).
Mewakili Pemerintah Provinsi Banten, Andra mengapresiasi keberadaan Bapera dan kontribusi organisasi tersebut dalam mendukung sejumlah program pemerintah.
Namun, ia berharap peran Bapera ke depan tidak berhenti pada dukungan terhadap program pemerintah, melainkan juga mampu menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan melalui masukan yang konstruktif dari masyarakat.
“Dengan pemuda bersatu, insyaallah Banten maju bisa kita perjuangkan bersama,” ujar Andra.
Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, Bapera diharapkan mampu menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan pemerintah.
Andra juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Semoga tata kelola pemerintahan kita ke depan semakin baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Bapera Provinsi Banten Ali Hanafiah mengatakan Rakerda II digelar untuk menyusun program kerja organisasi selama satu tahun ke depan.
Ali menyebut konsolidasi dan pembenahan internal menjadi salah satu agenda utama Bapera Banten. Organisasi tersebut juga akan mempersiapkan konsolidasi akbar yang direncanakan berlangsung pada 2027.
“Oleh karena itu, hari ini Bapera akan menetapkan rencana konsolidasi akbar organisasi pada tahun 2027,” jelas Ali.
Selain penguatan organisasi, Bapera Banten juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) para anggotanya.
Ali mengatakan pihaknya tengah membangun kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Anggota Bapera yang dinilai memiliki potensi akan diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Bahkan, Bapera menargetkan anggota yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap dapat memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
“Bagi anggota yang kurang mampu, akan kami kuliahkan minimal hingga meraih gelar sarjana,” tegasnya.
Rangkaian pembukaan Rakerda II Bapera Banten juga diisi dengan kegiatan sosial. Sebanyak 100 anak yatim menerima santunan.
Selain itu, Bapera menyerahkan sebanyak 28.000 masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bapera untuk memperluas kontribusi organisasi, tidak hanya dalam konsolidasi internal, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat.















