SERANG, RUBRIKBANTEN – Bupati Serang Ratu Rachmatuzaikyah menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya lima jurnalis Banten bersama tiga awak speedboat saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.
Ratu Zakiyah berharap seluruh jurnalis dan awak kapal yang hingga kini masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Kita doakan semoga rekan-rekan media dan ABK yang saat ini hilang bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat dan tidak kurang satu apa pun,” kata Ratu Zakiyah, Kamis (10/9/2026).
Lima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak setelah berangkat menuju kawasan Selat Sunda dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menggunakan speedboat pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kontak terakhir diketahui terjadi sekitar pukul 14.42 WIB. Salah seorang wartawan ANTARA yang berada dalam rombongan sempat berkomunikasi dengan rekannya di Lampung.
Kelima jurnalis yang berada di dalam speedboat tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.
Selain lima jurnalis, terdapat tiga awak kapal dalam speedboat tersebut, yakni Warta sebagai kapten, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai guide.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas dan unsur kepolisian bersama tim terkait telah melakukan operasi pencarian di wilayah perairan Selat Sunda. Namun hingga Rabu (9/9/2026), delapan orang tersebut belum berhasil ditemukan.
Kabar hilangnya para jurnalis tersebut memicu keprihatinan dari kalangan insan pers Banten. Rekan mereka dari ANTARA Banten, M. Hakim, turut menyampaikan harapan agar seluruh korban segera ditemukan.
“Kita doakan semoga semuanya dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Hakim.
Harapan dan doa kini mengiringi operasi pencarian yang terus dilakukan tim SAR gabungan. Keluarga, rekan sesama jurnalis, serta masyarakat Banten masih menanti kabar keselamatan kedelapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda tersebut.















