JAKARTA, RUBRIKBANTEN — Perkembangan kebutuhan pengguna membuat fungsi tablet terus bergeser. Tak lagi sebatas perangkat untuk menikmati konten dan menjalankan aktivitas ringan, tablet kini semakin banyak digunakan untuk bekerja, belajar, membuat konten hingga menunjang kebutuhan profesional.
Perubahan tersebut turut mendorong Huawei mengembangkan tablet dengan menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak dan ekosistem dalam satu pengalaman penggunaan.
Perjalanan itu antara lain ditandai dengan hadirnya PaperMatte Display pada HUAWEI MatePad 11.5 pada 2023. Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang lebih nyaman sekaligus sensasi menulis yang lebih menyerupai kertas.
Pada tahun yang sama, Huawei juga menghadirkan PC-level WPS Office pada tablet Huawei untuk mendekatkan pengalaman produktivitas tablet dengan komputer personal.
Pengembangan kemudian diperluas melalui aplikasi seperti HUAWEI Notes untuk pencatatan dan pengelolaan informasi serta GoPaint untuk kebutuhan menggambar dan kreasi digital.
Huawei juga mengeksplorasi berbagai bentuk perangkat. HUAWEI MateBook Fold misalnya, menawarkan layar OLED lipat berukuran 18 inci, sedangkan HUAWEI MatePad Edge membawa pengalaman tablet yang lebih dekat dengan PC melalui performa tinggi serta kemampuan berpindah antara tablet mode dan desktop mode.
Sementara HUAWEI MatePad Pro Max mengusung layar 13,2 inci dengan kemampuan PC-level dan AI dalam bodi yang diklaim memiliki bobot 499 gram.
Kini, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian berikutnya dalam evolusi produktivitas tablet Huawei.
Berdasarkan survei Jakpat 2025 yang dikutip Huawei, sebanyak 42 persen responden menggunakan AI untuk kebutuhan profesional maupun personal. Sekitar separuh responden juga menilai teknologi tersebut membantu menghemat waktu dan tenaga.
Melalui HUAWEI MatePad Air (2026), Huawei membawa integrasi AI lebih jauh melalui PC-level WPS Office AI dan HUAWEI Notes AI.
Tipis 5,3 Milimeter
HUAWEI MatePad Air (2026) mengusung konsep “Ultra-Thin PC-like Tablet Made for Everything You Do with AI. Light as Air, Work Like Pro.”
Perangkat tersebut memiliki ketebalan hanya 5,3 milimeter dengan bobot 509 gram. Ketika dipadukan dengan Smart Magnetic Keyboard, bobot keseluruhannya diklaim hanya 817 gram.
Huawei juga mengoptimalkan struktur internal perangkat untuk mempertahankan performa dalam bodi yang tipis. Tampilan perangkat diperkuat melalui Pearlescent Sheen E-Coating Process 2.0 dan desain kamera Star Orbit DECO.
Untuk menunjang produktivitas, tablet ini dapat dipadukan dengan Smart Magnetic Keyboard, HUAWEI M-Pencil Pro dan mouse.
Kombinasi tersebut memungkinkan perangkat digunakan untuk mengetik dokumen, mencatat, membuat konten maupun melakukan presentasi.
AI Permudah Pekerjaan
Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah integrasi AI pada berbagai aplikasi produktivitas.
Melalui PC-level WPS Office AI, pengguna dapat memanfaatkan fitur AI Summarize untuk merangkum dokumen PDF, menerjemahkan teks serta menjelaskan istilah melalui kamus daring.
Pada Docs, fitur AI Smart Create & Edit membantu menyusun maupun menyempurnakan tulisan. Sementara untuk presentasi tersedia AI Generate Slides yang memungkinkan materi slide dibuat berdasarkan prompt.
Tablet ini juga mendukung Display Out untuk menampilkan materi ke layar eksternal. HUAWEI M-Pencil Pro dapat digunakan sebagai Air Mouse ketika melakukan presentasi.
Untuk pengolahan data, AI Sheets Assistant dapat membantu kebutuhan seperti budgeting, pengolahan formula, Pivot Table dan pembuatan visualisasi data.
Sementara HUAWEI Notes AI membawa sejumlah fitur untuk membantu pencatatan meeting maupun kelas, termasuk speech-to-text, identifikasi pembicara, handwriting enhancement dan equation recognition.
Bagi pengguna yang bergerak di bidang kreatif, GoPaint dilengkapi AI Creative Studio dengan sejumlah fitur seperti AI Color Card, Animation, Rotation Brush dan Splatter.
Huawei juga menyebut perangkat tersebut mendukung sejumlah aplikasi pihak ketiga, antara lain Gauth Math App, Filmora, CapCut, ChatGPT dan Gemini AI.
Layar OLED 2.8K hingga 144Hz
Dari sisi visual, HUAWEI MatePad Air (2026) untuk pertama kalinya pada seri MatePad Air membawa layar OLED PaperMatte berukuran 12 inci dengan resolusi 2.8K.
Layar tersebut memiliki refresh rate hingga 144Hz dan screen-to-body ratio 92 persen.
Teknologi PaperMatte Display dirancang memberikan sensasi menulis yang menyerupai kertas sekaligus mengurangi pantulan cahaya. Huawei mengklaim teknologi anti-reflection pada perangkat mengalami peningkatan hingga 20 persen.
Perangkat juga dilengkapi teknologi eye-comfort display untuk menunjang penggunaan dalam durasi panjang, baik ketika membaca dokumen, bekerja, membuat konten maupun menikmati hiburan.
Untuk menunjang aktivitas sepanjang hari, MatePad Air (2026) membawa baterai berkapasitas 10.100 mAh dengan dukungan 66W HUAWEI SuperCharge.
Huawei mengklaim perangkat mampu digunakan hingga 10 jam untuk pemutaran video atau delapan jam untuk meeting. Sistem pendinginan serta dukungan Wi-Fi 7 juga disiapkan untuk menjaga performa dan konektivitas.
Sektor hiburan didukung HUAWEI SOUND enam speaker, AI Footsteps Enhancement, kamera belakang 50MP, kamera depan 12MP dan dual microphone.
Meluncur 18 September 2026
HUAWEI MatePad Air (2026) akan hadir secara resmi di Indonesia pada 18 September 2026.
Dalam periode promosi 18 September hingga 17 Oktober 2026, konsumen berkesempatan memperoleh benefit dengan nilai hingga Rp9,3 juta.
Paket tersebut terdiri dari HUAWEI Glide Keyboard, HUAWEI M-Pencil Pro, HUAWEI Bluetooth Mouse, langganan PC-Level WPS AI selama satu tahun serta bank cashback senilai Rp2 juta.
Pembelian dapat dilakukan secara online melalui HUAWEI STORE serta sejumlah toko resmi Huawei di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, erafone.com dan eraspace.
Untuk pembelian offline, produk tersedia di HUAWEI Authorized Experience Store, erafone, Urban Republic, Blibli Store dan mitra penjualan resmi lainnya.
Kehadiran MatePad Air (2026) menjadi bagian dari upaya Huawei memperluas fungsi tablet sebagai perangkat kerja yang menggabungkan mobilitas, produktivitas PC-level, AI dan ekosistem dalam satu perangkat
Dengan kombinasi tersebut, Huawei membidik kebutuhan pengguna yang semakin dinamis, mulai dari profesional, pelajar hingga kreator yang membutuhkan perangkat ringan untuk bekerja, belajar dan berkreasi.















