Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialTeknologi

Bupati Serang: Orang Tua Adalah Madrasah Pertama, Kunci Cetak Generasi Qurani di Era Digital

29
×

Bupati Serang: Orang Tua Adalah Madrasah Pertama, Kunci Cetak Generasi Qurani di Era Digital

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan pentingnya peran orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak-anak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks dan derasnya arus informasi digital. Menurutnya, pendidikan moral dan agama harus dimulai dari lingkungan keluarga agar mampu membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ratu Zakiyah saat menghadiri Wisuda Angkatan XXVI Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPTKA BKPRMI) Kabupaten Serang Tahun 2026 di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Minggu (7/6/2026).

Banner

“Karena semuanya berawal dari rumah,” ujar Ratu Zakiyah.

Ia menjelaskan, lembaga pendidikan telah berupaya menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah dan ajaran syariat Islam kepada para peserta didik. Namun, menurutnya, pendidikan tersebut tidak akan maksimal apabila tidak mendapat dukungan dan penerapan yang konsisten di lingkungan keluarga.

“Jika tidak ditindaklanjuti dan diimplementasikan di rumah, tidak ada sinergi antara sekolah dan orang tua, maka sulit mencetak anak-anak sesuai harapan. Karena itu, peran orang tua sebagai madrasah pertama sangat penting,” tegasnya.

Baca juga:  Dinsos Cilegon Salurkan Bantuan Bertahap untuk 272 Penerima, Prioritaskan Lansia dan Disabilitas

Ratu Zakiyah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam membangun karakter generasi muda. Menurutnya, keberhasilan mencetak generasi Qurani tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga pendidik, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dan lingkungan sekitar.

“Insya Allah kita bisa mewujudkan generasi Qurani yang luar biasa jika semua pihak berkolaborasi. Namun jika semuanya hanya diserahkan kepada tenaga pendidik sementara orang tua tidak peduli, maka cita-cita itu sulit tercapai,” katanya.

Selain pendidikan agama, Bupati Serang juga menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial. Meski demikian, ia meyakini anak-anak yang memiliki pondasi moral dan agama yang kuat akan mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang ada di dunia digital.

“Kalau anak-anak sudah dibentengi dengan nilai moral yang kuat, mereka akan mampu memfilter hal-hal yang berdampak negatif,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Aber Nurhadi, Kabid SMP Dedi Mawardi, Ketua PC NU Kabupaten Serang KH Muhammad Robi Ulfi Zaini Thohir, serta Ketua LPTKA BKPRMI Kabupaten Serang Sukri.

Baca juga:  Run for Vision 2026 Kembali Digelar, RS Mata Achmad Wardi Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Penglihatan

Sementara itu, Ketua LPTKA BKPRMI Kabupaten Serang, Sukri, mengungkapkan bahwa sebanyak 223 siswa-siswi mengikuti prosesi wisuda tahun ini. Peserta terbanyak berasal dari Kecamatan Kramatwatu, Anyar, Kragilan, dan Ciruas.

Sukri menyatakan dukungannya terhadap pesan yang disampaikan Bupati Serang dan berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan orang tua.

“Masukan dari Ibu Bupati sangat baik bagi kami. Ke depan akan kami tindak lanjuti agar seluruh pihak, baik lembaga pendidikan maupun orang tua, dapat menjalankan perannya secara optimal dalam mendidik anak-anak,” ujarnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!