Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

80 Kapal Disiapkan Layani Mudik Lebaran 2026 di Selat Sunda, Merak Tetap Jadi Jalur Utama

159
×

80 Kapal Disiapkan Layani Mudik Lebaran 2026 di Selat Sunda, Merak Tetap Jadi Jalur Utama

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyiapkan puluhan armada kapal untuk melayani arus mudik Lebaran 2026 di wilayah penyeberangan Selat Sunda.

Kesiapan armada tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Mashud, saat menghadiri rapat kesiapan angkutan mudik di Pelabuhan Merak, Kamis (12/3/2026).

Banner

Mashud mengatakan, pemerintah telah menyiapkan 80 kapal yang akan dioperasikan di sejumlah pelabuhan penyeberangan di wilayah Banten dan Lampung.

“Rencana akan dioperasikan armada kapal sejumlah 80 kapal, ini untuk seluruh yang dioperasikan di Merak, di Banten, baik di Merak, kemudian di Ciwandan, KBS, Bandar Bakau Jaya dan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh kapal yang akan dioperasikan telah melalui proses pemeriksaan kelayakan atau ramp check guna memastikan keselamatan pelayaran selama masa angkutan mudik.

“Dari keseluruhan sudah kami ramp check, 68 di Banten dan sisanya 12 di Bakauheni,” katanya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas I Banten, Hermanta, mengatakan puluhan kapal tersebut akan didistribusikan secara merata sesuai dengan tingkat kebutuhan penyeberangan masyarakat di masing-masing pelabuhan.

Baca juga:  Andra Kukuhkan Sang Istri Jadi Bunda Literasi Banten: Kolaborasi Buku, Cinta, dan Masa Depan

“Di mana 80 kapal ini kita bagi secara merata sesuai dengan tingkat pemanfaatan demand dari masyarakat. Di BBJ kita siapkan ada 10 kapal LCT dan 4 kapal Roro,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pelabuhan Merak tetap menjadi jalur utama penyeberangan dengan jumlah armada paling banyak dibandingkan pelabuhan lainnya.

“Merak sendiri ada 50 kapal yang tersedia pada jalur lintasan. Dan saat ini beroperasi 33 kapal, dan diharapkan bisa mencapai on-performance time sebanyak 120 trip,” katanya.

Dengan jumlah armada tersebut, Hermanta berharap kapasitas angkut kendaraan per hari dapat tercapai sesuai target yang telah ditetapkan.

“Dalam satu hari kita bisa mengangkut 24.391 kendaraan. Itu harapan kami dan tentunya kami harus menjaga itu,” jelasnya.

Selain Merak, pihaknya juga menyiapkan armada tambahan di wilayah Cilegon Timur guna mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik.

“Wilayah Cilegon Timur, maka dua kapal cadangan sudah standby. Jadi 14 kapal yang tahun lalu hanya delapan kapal,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah kapal juga dilakukan di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) yang selama ini mengalami keterbatasan armada dibandingkan dengan kebutuhan penyeberangan.

Baca juga:  Kebebasan Pers di Banten: Tersandra Advertorial dan Terbungkam Pidana

“Beban berat di BBJ karena hanya enam kapal, di mana daya serap untuk angkutan di atas kapal hanya 426 unit per hari, sedangkan demand di sana berjumlah 1.000,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Kementerian Perhubungan menambah jumlah kapal yang akan dioperasikan di pelabuhan tersebut agar mampu menampung seluruh kebutuhan penyeberangan masyarakat.

“Pak Menteri Perhubungan meminta kami menyediakan 14 kapal; dari yang sebelumnya hanya lima kapal, saat ini menjadi 14 kapal. Jadi diharapkan seluruh demand yang akan memanfaatkan BBJ bisa kita serap dalam waktu satu hari,” ujarnya.

Meski demikian, Hermanta mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan kelayakan kapal masih menemukan sejumlah kendala teknis pada beberapa armada.

“Kapal sudah kami laksanakan ramp check semua sebanyak 80 kapal. Ditemukan terjadi rampdoor patah, rusak, kemudian mesin hidrolik mengalami gangguan kemudi,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!