Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKabupaten PandeglangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosial

Misteri Delapan Orang Hilang di Krakatau, SAR Perluas Operasi Hari Ketiga

14
×

Misteri Delapan Orang Hilang di Krakatau, SAR Perluas Operasi Hari Ketiga

Sebarkan artikel ini

PANDEGLANG, RUBRIKBANTEN — Operasi pencarian lima jurnalis, dua awak kapal dan satu pemandu yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, memasuki hari ketiga, Kamis (10/9/2026). Tim SAR gabungan memperluas pencarian menjadi enam sektor dengan mengerahkan kekuatan laut dan udara.

Perluasan sektor pencarian dilakukan setelah operasi pada hari pertama mencakup tiga sektor dan berkembang menjadi lima sektor pada hari kedua. Memasuki hari ketiga, area pencarian kembali diperluas menjadi enam sektor untuk meningkatkan peluang menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.

Banner

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, pengembangan operasi tersebut merupakan arahan Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii yang hadir langsung memantau operasi SAR gabungan bersama Gubernur Banten Andra Soni.

“Bapak Kabasarnas menyampaikan bahwa operasi SAR hari ini dikembangkan menjadi enam sektor. Pada hari pertama pencarian dilaksanakan di tiga sektor, kemudian hari kedua dikembangkan menjadi lima sektor dan pada hari ketiga ini kembali diperluas menjadi enam sektor,” ujar Hengki.

Untuk mendukung pencarian, sebanyak 11 kapal dikerahkan. Unsur tersebut terdiri dari kapal TNI, kapal Kepolisian, kapal Basarnas serta armada dari potensi SAR lainnya.

Baca juga:  PLN Gaspol TJSL 2025: 701 Ribu Warga Tersentuh, 34 Ribu Tenaga Kerja Terserap

“Menurut penjelasan Bapak Kabasarnas, sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi hari ini. Selain itu, lebih dari 300 personel terlibat, baik yang berada di lapangan maupun yang mendukung pelaksanaan operasi dari posko gabungan,” jelasnya.

Hengki menegaskan, seluruh informasi yang diperoleh dari lapangan terus dikumpulkan dan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian berikutnya.

“Bapak Kabasarnas juga menegaskan bahwa seluruh unsur terus bekerja sama dan mengumpulkan setiap informasi maupun data yang diperoleh dari lapangan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” katanya.

Pencarian dilakukan dengan mengoptimalkan unsur laut dan udara. Namun, operasi tetap mempertimbangkan faktor keselamatan personel serta kondisi cuaca dan medan di sekitar lokasi pencarian.

“Operasi SAR harus tetap mengikuti ketentuan dan batasan keselamatan. Sebagaimana disampaikan Bapak Kabasarnas, pencarian akan terus dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ungkap Hengki.

Dalam pencarian melalui udara, tim juga telah menyisir wilayah perairan sekitar lokasi kejadian. Namun, jarak pandang yang terbatas menjadi salah satu kendala yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan operasi.

Baca juga:  Santunan Mengalir di Pembukaan Festival Al Azhom, YBM PLN Cikokol Tebar Bahagia untuk 50 Anak Yatim

Selain mengerahkan kekuatan pencarian, kepolisian juga memberikan pendampingan psikososial kepada keluarga para korban. Dukungan tersebut diberikan untuk membantu keluarga menghadapi situasi sulit selama proses pencarian masih berlangsung.

“Pendampingan ini dilakukan agar keluarga mendapatkan penguatan dan dapat lebih legowo dalam menghadapi kondisi yang terjadi. Saat ini, keluarga korban masih berada pada fase denial, sehingga pendampingan psikologis terus dilakukan selama proses operasi pencarian berlangsung,” kata Hengki.

Di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, Kapolda Banten kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi ketentuan keselamatan yang ditetapkan pemerintah maupun kementerian dan lembaga terkait, khususnya bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.

“Bapak Kabasarnas mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga yang berwenang. Ini penting untuk keselamatan masyarakat, khususnya yang melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau,” tutup Hengki.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!