CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon menggelar Forum Perangkat Daerah bidang kesehatan yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor guna membahas usulan program prioritas kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Ratih Purnamasari, mengatakan forum tersebut dihadiri berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi profesi kesehatan, rumah sakit, puskesmas, kecamatan, hingga lembaga kemasyarakatan seperti PMI.
“Alhamdulillah hari ini Dinas Kesehatan Kota Cilegon mengadakan forum perangkat daerah bidang kesehatan yang melibatkan lintas sektor, mulai dari OPD terkait, organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, kecamatan hingga PMI,” ujar Ratih.
Dalam forum tersebut, Dinkes memaparkan hasil penjaringan aspirasi masyarakat yang sebelumnya dihimpun melalui berbagai forum perencanaan pembangunan.
Dari total 144 usulan yang masuk, setelah melalui proses pembahasan dan verifikasi hanya 17 usulan yang dinilai menjadi prioritas dan dapat diakomodasi oleh Dinas Kesehatan.
Menurut Ratih, sebagian usulan masyarakat berkaitan dengan kebutuhan sarana kesehatan dasar seperti tensimeter atau alat pengukur tekanan darah.
“Sebagian usulan masyarakat terkait penambahan sarana kesehatan seperti tensimeter yang nantinya akan kami tindak lanjuti sesuai kebutuhan layanan kesehatan,” katanya.
Namun demikian, Ratih menjelaskan tidak semua usulan dapat ditangani oleh Dinkes. Beberapa usulan seperti pembangunan jamban, misalnya, bukan merupakan kewenangan langsung dinas kesehatan.
“Kalau usulan pembangunan jamban itu bukan menjadi kewenangan Dinas Kesehatan, sehingga kami arahkan kepada OPD terkait seperti dinas pekerjaan umum atau dinas terkait lainnya,” jelasnya.
Selain membahas usulan masyarakat, dalam forum tersebut Dinkes juga mempresentasikan capaian indikator kinerja serta rencana anggaran tahun 2027.
Ratih menyebutkan, pada tahun depan terdapat penyesuaian pengelolaan anggaran antara Dinas Kesehatan dan RSUD.
“Ke depan untuk gaji pegawai RSUD akan berada dalam pengelolaan Dinas Kesehatan, tetapi kegiatan operasional rumah sakit tetap memiliki anggaran tersendiri,” ujarnya.
Sementara itu, untuk fokus program tahun mendatang, Dinas Kesehatan akan tetap menjalankan berbagai program kesehatan masyarakat, antara lain kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, penanganan TBC, HIV/AIDS, serta pelayanan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Selain itu, Dinkes juga menyiapkan program peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan, monitoring pelayanan kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
“Program-program tersebut akan tetap menjadi prioritas kami dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Cilegon,” tutup Ratih.















