CILEGON, RUBRIKBANTEN – Suasana haru dan penuh kenangan menyelimuti reuni 4 dekade alumni angkatan 1986 SMAN 1 Cilegon. Tak sekadar temu kangen, momentum ini menjadi potret perjalanan hidup para alumni yang kini berkiprah sebagai guru, birokrat, hingga komentator sepak bola nasional.
Reuni 40 tahun alumni angkatan 1986 SMAN 1 Cilegon berlangsung penuh kehangatan. Momen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan panjang para alumni sejak lulus dari bangku sekolah.
Wakil Ketua Alumni, Dedi Rinaldi, menyampaikan bahwa reuni ini memiliki makna mendalam karena menjadi pertemuan besar pertama yang khusus mempertemukan angkatan 1986.
“Empat puluh tahun ini menandakan kita sudah lama tidak bertemu. Ini masa kematangan, sehingga kami sepakat menggelar reuni khusus angkatan 1986,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar alumni masih berdomisili di Cilegon. Sekitar 60 persen di antaranya berkiprah sebagai tenaga pendidik, sementara lainnya tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang profesi yang beragam.
“Banyak yang menjadi guru, ada juga pendakwah, kemudian yang lain tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai profesi, termasuk di bidang otomotif dan lainnya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, sejumlah alumni juga berkarier di sektor birokrasi dan pemerintahan. Bahkan, beberapa di antaranya telah menduduki jabatan strategis seperti kepala dinas, yang turut memberi warna dalam pembangunan daerah.
Menariknya, kiprah alumni 86 tidak hanya terbatas di dunia pendidikan dan birokrasi. Ada pula yang menembus dunia olahraga nasional sebagai komentator sepak bola, menunjukkan bahwa jaringan alumni ini memiliki spektrum profesi yang luas dan berpengaruh.
Dalam kesempatan tersebut, para alumni juga menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi bagi Kota Cilegon. Langkah awal yang dilakukan adalah memperkuat soliditas antaralumni sebelum memberikan masukan strategis bagi pemerintah daerah.
“Kita rapatkan barisan dulu, karena banyak juga yang ada di pemerintahan. Setelah itu, baru kita berikan masukan dan saran untuk pengembangan Kota Cilegon,” ujar salah satu perwakilan alumni.
Mengenai dunia pendidikan, para alumni menilai telah terjadi kemajuan signifikan dibandingkan era mereka bersekolah. Jika dahulu fasilitas terbatas, kini sarana pendidikan jauh lebih memadai.
“Dulu fasilitas minim, tapi semangat luar biasa. Sekarang fasilitas lengkap, sehingga siswa bisa berkembang lebih baik, bahkan melampaui generasi kami,” ungkapnya.
Reuni ini juga semakin berkesan dengan adanya pemutaran foto-foto lawas yang telah berusia lebih dari 40 tahun. Dokumentasi tersebut menjadi simbol perjalanan waktu sekaligus pengikat nostalgia antaralumni.
Lebih dari sekadar pertemuan, reuni 40 tahun ini menjadi bukti bahwa alumni SMAN 1 Cilegon angkatan 1986 tetap solid dan terus memberi kontribusi nyata di berbagai bidang, dari ruang kelas hingga panggung nasional.













