SERANG, RUBRIKBANTEN – Aksi damai yang digelar ratusan warga dan pemuda Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Rabu (17/6/2026), berujung ketegangan setelah massa aksi dihadang oleh kelompok masyarakat yang disebut mendukung Kepala Desa Sujung.
Aksi yang digalang Gerakan Pemuda Perubahan Desa Sujung itu semula bertujuan menyampaikan berbagai aspirasi terkait kinerja Pemerintah Desa Sujung. Namun, situasi memanas ketika massa yang hendak menyampaikan tuntutan di depan Kantor Kepala Desa mendapat penolakan dari kelompok warga pro-pemerintah desa.
Sejumlah peserta aksi mengaku mengalami dorongan dan pembenturan saat berupaya mendekati lokasi penyampaian aspirasi. Ketegangan antara kedua kelompok sempat terjadi sebelum akhirnya aparat keamanan melakukan upaya pengamanan untuk mencegah konflik meluas.
Koordinator aksi Gerakan Pemuda Perubahan Desa Sujung, Ahmad Hujaeri, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan desa yang dinilai belum berjalan optimal.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara damai. Namun sangat disayangkan ketika upaya menyampaikan pendapat justru mendapat penghadangan. Padahal yang kami perjuangkan adalah kepentingan masyarakat Desa Sujung,” kata Ahmad.
Menurutnya, sebelum turun ke jalan, masyarakat telah berupaya menempuh jalur komunikasi melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) maupun unsur Muspika Kecamatan Tirtayasa. Namun hingga berbulan-bulan, permintaan audiensi dengan pemerintah desa disebut tidak kunjung terealisasi.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya meminta transparansi penuh terhadap pengelolaan dana desa, peningkatan kualitas pelayanan administrasi kepada masyarakat, serta percepatan realisasi program-program yang pernah dijanjikan kepala desa saat pemilihan.
Selain itu, massa juga menyoroti tata kelola birokrasi desa yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan. Mereka mendesak adanya evaluasi terhadap oknum perangkat desa maupun tenaga kerja yang dianggap tidak menjalankan tugas secara profesional.
Gerakan Pemuda Perubahan Desa Sujung turut mengkritisi peran sejumlah lembaga desa yang dinilai belum maksimal menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.
“Kami berharap seluruh unsur pemerintahan desa bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Tujuan kami bukan menciptakan konflik, tetapi mendorong perubahan menuju pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat,” tegas Ahmad.
Meski sempat diwarnai ketegangan antara massa aksi dan kelompok warga pro-kepala desa, kegiatan berlangsung di bawah pengawasan aparat keamanan. Massa berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti demi terciptanya tata kelola pemerintahan Desa Sujung yang lebih baik dan terbuka.















