RUBRIKBANTEN – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat mengatasi lonjakan kendaraan dan penumpang di lintasan penyeberangan Padang Bai–Lembar yang sempat menyebabkan antrean kendaraan mencapai sekitar 3 kilometer pada akhir pekan lalu.
Kepadatan mulai terjadi sejak Jumat (13/6/2026) dan mencapai puncaknya pada Minggu (14/6/2026). Kondisi tersebut dipicu oleh penghentian sementara operasional kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) di lintasan Tanjung Wangi, Banyuwangi–Gili Mas, Lombok, sehingga sebagian arus kendaraan dialihkan ke lintasan Padang Bai–Lembar.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan untuk mengantisipasi peningkatan trafik yang terjadi.
“Ketika terjadi peningkatan signifikan, kami segera melakukan penyesuaian pola operasi melalui penambahan kapasitas layanan dan percepatan waktu sandar sehingga kapasitas angkut dapat meningkat dan antrean dapat segera terurai,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, ASDP bersama regulator mempercepat waktu sandar kapal (port time) menjadi sekitar 1,5 jam. Kebijakan ini memungkinkan kapal melakukan lebih banyak perjalanan dalam waktu yang sama sehingga kapasitas angkut meningkat dan pelayanan menjadi lebih cepat.
Armada Diperkuat
Untuk mengurai kepadatan, dua kapal tambahan mulai dioperasikan pada Jumat (13/6), kemudian satu kapal tambahan kembali ditambahkan pada Sabtu (14/6).
General Manager ASDP Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, menjelaskan bahwa saat antrean mencapai puncaknya, layanan kembali diperkuat dengan pengoperasian KMP Naraya dan KMP Shita Giri Nusa. Selanjutnya, pada Minggu malam hingga Senin pagi (15/6), armada diperkuat lagi dengan KMP Parama Kalyani, KMP Sindu Dwitama, dan KMP Athayana.
“Berkat langkah percepatan tersebut, kondisi antrean mulai berangsur terurai sejak Minggu malam dan terus membaik hingga Senin pagi. Saat ini, arus kendaraan dan penumpang di lintasan Padang Bai–Lembar telah kembali terkendali dengan pelayanan penyeberangan yang berjalan normal,” kata Handoyo.
Saat ini lintasan Padang Bai–Lembar dilayani oleh 24 kapal, termasuk armada ASDP yakni KMP Roditha dan KMP Portlink II. Dari jumlah tersebut, empat kapal tengah menjalani docking untuk memastikan aspek keselamatan dan keandalan operasional tetap terjaga.
Layani 271 Ribu Kendaraan
Data ASDP mencatat, selama periode Januari hingga Mei 2026, lintasan Padang Bai–Lembar pulang-pergi telah melayani sebanyak 122.748 penumpang dan 271.707 kendaraan.
Angka tersebut menunjukkan pentingnya lintasan Padang Bai–Lembar sebagai jalur utama penghubung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi antara Bali dan Nusa Tenggara.
ASDP menegaskan akan terus meningkatkan kapasitas layanan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran transportasi penyeberangan nasional.
“Melalui peningkatan kapasitas operasional dan sinergi dengan seluruh stakeholder, kami berkomitmen memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman,” tutup Handoyo.













