Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Dindikbud Cilegon Gerak Cepat, Banjir SDN Masigit 1 Ditangani Terpadu

224
×

Dindikbud Cilegon Gerak Cepat, Banjir SDN Masigit 1 Ditangani Terpadu

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon merespons cepat peristiwa banjir yang merendam SD Negeri Masigit 1 dengan memastikan penanganan dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan, demi menjamin keselamatan warga sekolah serta keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari satuan pendidikan terkait genangan air yang mengganggu aktivitas pembelajaran. Dalam situasi darurat, keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik ditegaskan sebagai prioritas utama.

“Secara kelembagaan, Dindikbud akan menjalankan peran sesuai kewenangan, terutama memastikan proses pendidikan tetap berjalan dan lingkungan sekolah kembali aman serta layak digunakan,” ujarnya.

Disdikbud juga menegaskan penanganan banjir dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk BPBD, Dinas PUPR, serta pemerintah kelurahan dan kecamatan. Hal ini mengingat persoalan banjir berkaitan erat dengan aspek infrastruktur dan lingkungan yang memerlukan pendekatan terpadu.

Selain itu, Dindikbud melakukan pendataan terhadap dampak banjir pada sarana dan prasarana sekolah. Data tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, baik berupa pemeliharaan, rehabilitasi, maupun perencanaan penanganan jangka menengah dan panjang melalui mekanisme pembangunan daerah.

Baca juga:  Istri Wali Kota Cilegon Resmi Nahkodai Bunda Guru PGRI, Robinsar Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Tergadaikan

Menanggapi perhatian DPRD Kota Cilegon, Dindikbud menilai hal tersebut sebagai bentuk pengawasan yang konstruktif. Sinergi antara eksekutif dan legislatif dinilai penting agar solusi yang dihasilkan tidak bersifat sementara, melainkan mampu menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.

Dindikbud juga memastikan pihak sekolah tetap difasilitasi dalam pengaturan teknis pembelajaran, termasuk penyesuaian jadwal bila diperlukan, sambil menunggu kondisi lingkungan sekolah benar-benar aman dan kondusif.

“Pendidikan tidak boleh terhenti, namun keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Seluruh langkah akan dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur,” pungkasnya. (ADV)

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!