CILEGON, RUBRIKBANTEN — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon menegaskan bahwa perannya tidak hanya sebatas melestarikan budaya pencak silat, tetapi juga hadir sebagai garda terdepan agen sosial, terutama saat masyarakat menghadapi bencana.
Hal tersebut dibuktikan IPSI Kota Cilegon dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Ciwandan, Jombang, hingga Cibeber, dalam beberapa hari terakhir.
Sekretaris IPSI Kota Cilegon, Fathur, mengatakan bahwa pencak silat bukan hanya tentang jurus dan prestasi, melainkan juga nilai kepedulian, gotong royong, dan kemanusiaan.
“IPSI hadir bukan hanya menjaga warisan budaya, tapi juga terpanggil untuk membantu masyarakat saat terjadi musibah. Ini bagian dari nilai luhur pencak silat,” ujar Fathur, Minggu (4/1/2026).
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, IPSI Kota Cilegon menyalurkan 30 karung beras dan 250 nasi boks yang didistribusikan ke Kecamatan Jombang di beberapa titik wilayah terdampak banjir.
Menurut Fathur, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak, terutama mereka yang kesulitan beraktivitas akibat genangan air.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit membantu kebutuhan warga. IPSI akan terus siap bergerak bersama masyarakat dalam kondisi apa pun,” tambahnya.
Aksi sosial IPSI ini menjadi bukti bahwa organisasi pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai penjaga budaya, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang responsif terhadap persoalan kemanusiaan, khususnya di Kota Cilegon.















