Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosial

Biaya Rp275 Ribu Program Bela Negara Disepakati Orang Tua, Ini Penjelasan

39
×

Biaya Rp275 Ribu Program Bela Negara Disepakati Orang Tua, Ini Penjelasan

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK YP 17 Cilegon atau SMEA 17, Suhanda, menjelaskan bahwa biaya sebesar Rp275 ribu yang dibebankan kepada peserta Program Bela Negara telah melalui proses sosialisasi dan mendapat persetujuan dari mayoritas orang tua siswa.

Menurut Suhanda, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi selama beberapa hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Dalam pertemuan tersebut, orang tua diberikan penjelasan terkait tujuan program serta rincian kebutuhan anggaran selama kegiatan berlangsung.

Banner

“Program Bela Negara ini sudah kami sosialisasikan terlebih dahulu kepada orang tua murid selama beberapa hari. Mereka antusias dan mendukung kegiatan ini karena dinilai memberikan manfaat bagi anak-anak,” kata Suhanda saat dikonfirmasi di sekolahan yang didampingi dewan guru, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, biaya Rp275 ribu digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi peserta selama kegiatan berlangsung, termasuk makan dan minum sebanyak delapan kali, serta kebutuhan operasional lainnya. Sementara itu, para pemateri dari unsur TNI dan instansi terkait disebut memberikan materi secara sukarela tanpa menerima honor.

Baca juga:  100 Hari Kerja Budi-Agis, OPD Diminta Tingkatkan PAD dan Cegah Pungli di Kota Serang

“Kalau dihitung dari kebutuhan makan dan minum saja sudah cukup besar. Biaya itu juga untuk kebutuhan peserta agar semuanya mendapatkan fasilitas yang sama selama kegiatan,” ujarnya.

Program Bela Negara diikuti sekitar 514 siswa. Namun, tidak seluruh peserta dapat hadir karena sejumlah alasan, seperti sakit, kegiatan keagamaan, kondisi orang tua yang sedang sakit, hingga alasan keluarga lainnya.

Suhanda menegaskan bahwa siswa yang belum dapat mengikuti kegiatan tahun ini akan diberikan kesempatan untuk mengikuti program serupa pada tahun berikutnya.

Terkait adanya keberatan dari sebagian kecil orang tua, Suhanda menilai hal tersebut merupakan hal yang wajar dalam setiap program. Namun, menurutnya, jumlah yang menyampaikan protes sangat sedikit dibandingkan total peserta yang mengikuti kegiatan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program Bela Negara tidak hanya berisi latihan kedisiplinan, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan akhlak, kebersamaan, kedisiplinan, kebiasaan hidup sehat, serta wawasan kebangsaan.

“Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter siswa, menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, gotong royong, dan kecintaan terhadap bangsa. Selain itu juga sebagai upaya pencegahan tawuran, perundungan (bullying), dan penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Baca juga:  Aksi Heroik Mahasiswa KKM Kelompok 18, Gencarkan Gerakan Bersih-Bersih Lingkungan di Cinangka

Program tersebut juga menghadirkan materi wawasan kebangsaan dari TNI dan kepolisian untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai persatuan dan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!