Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

APINDO Banten Bangun SMK Vokasi, Bidik Pengangguran Lewat Lulusan Siap Kerja

83
×

APINDO Banten Bangun SMK Vokasi, Bidik Pengangguran Lewat Lulusan Siap Kerja

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN — Kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masih menjadi pekerjaan rumah di Provinsi Banten. Lulusan sekolah kejuruan dituntut tak sekadar mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja.

Menjawab persoalan tersebut, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Banten menggagas pembangunan SMK Apindo Daya Banten sebagai sekolah vokasi yang diarahkan mencetak lulusan siap kerja sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Banten.

Banner

Ketua Yayasan Apindo Daya Banten, Najib Hanafi, mengatakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Apindo Daya Banten dan Yayasan Mitra Industri Mandiri yang mengelola SMK Mitra Industri MM2100 di Cikarang.

Menurutnya, konsep pendidikan vokasi harus benar-benar menjawab kebutuhan industri. Lulusan nantinya diharapkan memiliki kompetensi teknis sekaligus budaya kerja yang kuat.

“Lulusannya itu siap kerja. Jadi memiliki kompetensi, memiliki budaya etos kerja, memiliki disiplin, memiliki pengetahuan, kemampuan teknis, memahami safety, memahami produktivitas,” kata Najib.

Ia menilai persoalan link and match antara lembaga pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri hingga kini masih menghadapi kesenjangan.

“Sekarang ini kan sering bicara link and match antara pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri. Nah, banyak yang tidak nyambung. Gap-nya masih cukup besar,” ujarnya.

Karena itu, APINDO Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten menginisiasi pembangunan SMK Apindo Daya Banten.

Baca juga:  Disnaker Cilegon Panggil PT KOS, Isu Penutupan 2026 Ancam 150 Pekerja

Najib menegaskan, keberadaan sekolah tersebut bukan semata untuk mencetak lulusan baru, melainkan diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Banten sehingga memiliki peluang lebih besar terserap industri.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia di Provinsi Banten, dan pada akhirnya tujuan akhirnya adalah mengurangi tingkat pengangguran di Provinsi Banten,” katanya.

Bidik Siswa dari Kawasan Industri

Ketua Harian DPP APINDO Banten yang juga Owner PT Propan, Kris R. Adidharma, mengatakan sasaran calon siswa SMK Apindo Daya Banten akan diprioritaskan dari wilayah sekitar kawasan industri.

Menurutnya, pola tersebut diharapkan membuat lulusan memiliki akses lebih dekat terhadap kebutuhan tenaga kerja perusahaan di sekitar sekolah.

“Jadi siswa itu akan diambil daripada di daerah kawasan-kawasan tersebut. Ini adalah salah satu untuk mengatasi pengangguran, tingkat pengangguran di Banten,” kata Kris.

Ia menyebut sejumlah jurusan yang tengah dipersiapkan, di antaranya Mekatronika, Akuntansi, Logistik, dan Ototronik. Sementara jurusan Teknologi Pangan masih dalam tahap kajian.

Kris menegaskan, pemilihan jurusan tidak boleh sekadar mengikuti tren pendidikan, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

“Kita harus memastikan bahwa semua jurusan yang dibangun itu akan dapat diserap dengan baik oleh perusahaan-perusahaan di sekitarnya,” ujarnya.

Untuk penerimaan siswa, proses penjajakan dan rekrutmen awal disebut mulai dilakukan pada Oktober 2026. Sementara kegiatan pembelajaran secara penuh ditargetkan berjalan pada tahun ajaran 2027.

Baca juga:  Mahasiswa Jadi Target Investasi Bodong, Pemprov Banten Perkuat Literasi Keuangan 

APINDO Ajak Perusahaan Ikut Berkontribusi

Ketua Umum DPP APINDO Banten, Tommy Rahmatullah, mengatakan pembangunan SMK tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama kalangan industri.

Ia mengajak seluruh perusahaan di Banten, baik yang telah menjadi anggota APINDO maupun yang belum, untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan sekolah vokasi tersebut.

“SMK ini didirikan di Banten, tujuannya untuk bisa membantu mengurangi pengangguran,” kata Tommy.

Ia berharap lulusan SMK Apindo Daya Banten nantinya memiliki tiga modal utama, yakni pengetahuan, keterampilan, serta sikap dan perilaku yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Lulusan-lulusan dari SMK-nya bisa menjadi sumber daya manusia yang unggul, baik secara pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan perilaku, yang akan bisa bekerja dengan baik di perusahaan-perusahaan khususnya di Banten,” ujarnya.

Untuk tahap awal, sekolah tersebut direncanakan membuka sekitar tiga hingga lima jurusan. Setiap jurusan diproyeksikan memiliki satu kelas pada tahap awal.

Jika konsep tersebut berjalan sesuai target, SMK Apindo Daya Banten diharapkan tidak kembali menjadi sekolah yang sekadar menghasilkan lulusan, tetapi menjadi salah satu jembatan nyata antara pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja industri di Banten.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!