CILEGON, RUBRIKBANTEN – UPTD Puskesmas Ciwandan, Kota Cilegon, terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan kerja dan peningkatan kesehatan karyawan melalui program inovasi Puskesmas Kesehatan Industri. Program yang berjalan sejak 2023 ini melibatkan belasan perusahaan di Kecamatan Ciwandan.
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan, dengan fokus pada pembinaan keterampilan tenaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), edukasi kesehatan lingkungan industri, serta penanganan berbagai permasalahan kesehatan di lingkungan kerja.
Kepala UPTD Puskesmas Ciwandan, dr. Arief Dharma Hartana, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya Puskesmas untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada pekerja industri sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi risiko kecelakaan kerja.
“Kami bekerja sama atau MoU dengan perusahaan yang ada di Kecamatan Ciwandan. Salah satunya edukasi tentang K3 ke industri-industri, edukasi dampak lingkungan industri, dan penanganan permasalahan industri,” kata Arief, Rabu (30/9/2026).
Arief menjelaskan, hingga saat ini sudah ada belasan perusahaan yang bergabung dalam program Puskesmas Kesehatan Industri. Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Ciwandan mengerahkan empat tenaga kesehatan untuk memberikan pembinaan dan pelayanan sesuai kebutuhan perusahaan.
Bahkan, pada Rabu (30/9/2026), tim Puskesmas Ciwandan mendatangi salah satu industri untuk memberikan pelatihan pertolongan pertama pada korban kecelakaan kerja.
“Hari ini juga ada industri yang kita datangi untuk pelatihan penanganan pertama pada korban kecelakaan kerja,” ujarnya.
Menurut Arief, pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada penanganan kecelakaan kerja, tetapi juga mencakup pencegahan penyakit akibat kerja dan pemeliharaan kebugaran karyawan.
“Secara teknis, pelatihan bagi tenaga K3 industri meliputi penanganan penyakit akibat kerja, kegiatan untuk menjaga kebugaran karyawan, dan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja,” tuturnya.
Selain pembinaan K3, Puskesmas Ciwandan juga melakukan skrining kesehatan terhadap karyawan industri. Pemeriksaan tersebut meliputi tes kebugaran, pemeriksaan darah sederhana untuk mengetahui kadar gula darah, asam urat dan kolesterol, serta pengukuran lingkar perut dan tinggi badan.
Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut terhadap karyawan yang membutuhkan penanganan kesehatan.
Arief menerangkan, terdapat dua langkah intervensi yang dapat dilakukan berdasarkan hasil skrining. Pertama, penanganan langsung oleh Puskesmas Ciwandan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan intervensi. Kedua, hasil pemeriksaan disampaikan kepada bagian sumber daya manusia (HRD) atau bagian K3 perusahaan apabila perusahaan memiliki klinik sendiri atau fasilitas rumah sakit rujukan.
“Kalau memang mendesak untuk diintervensi, ada dua langkah. Pertama, langsung diintervensi oleh Puskesmas Ciwandan. Kedua, jika perusahaan memiliki klinik atau rumah sakit rujukan, data hasil cek kesehatan diberikan ke bagian HRD atau K3 perusahaan,” jelasnya.
Arief menambahkan, program yang telah berjalan sekitar tiga tahun tersebut mendapat respons antusias dari kalangan industri maupun masyarakat. Melalui program ini, Puskesmas Ciwandan berharap kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja semakin meningkat.
Adapun perusahaan di Kecamatan Ciwandan yang telah bekerja sama dalam pembinaan K3 melalui program Puskesmas Kesehatan Industri di antaranya PT Krakatau Posco, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Cerestar, PT Sankyu, PT Kenertec, PT Pundi Kencana, PT Lautan Otsuka Chemical, PT Jawa Manis Rafinasi, dan PT Sentra Usahatama Jaya.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan dunia industri untuk mendorong lingkungan kerja yang lebih sehat, aman, serta mendukung produktivitas karyawan.















