LEBAK, RUBRIKBANTEN – Seorang petani bernama Sunarta (68), warga Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, menyampaikan langsung permohonannya kepada Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, agar pemerintah membangun saluran irigasi tersier menuju area persawahannya.
Selama ini, Sunarta mengaku harus menyedot air secara mandiri untuk mengairi lahannya karena saluran irigasi yang ada belum mengalir langsung ke sawah miliknya.
“Saluran irigasi yang sekarang sudah bagus. Saya juga meminta pemerintah provinsi membangun saluran tersier agar petani makin sukses,” ujar Sunarta.
Ia menjelaskan, lahan persawahannya saat ini belum masuk dalam cakupan area yang dialiri irigasi Cibinuangeun. Karena itu, ia berharap setelah pembangunan irigasi sekunder selesai, pemerintah dapat melanjutkan pembangunan jaringan irigasi tersier agar air bisa menjangkau sawah para petani secara langsung.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti permintaan para petani.
“Ini perintah petani, juga rakyat. Siap kami tampung aspirasinya. Kami akan selalu hadir. Jangan lihat soal kewenangan, untuk rakyat atau masyarakat pasti kita prioritaskan sesuai dengan skala prioritas,” kata Dimyati.
Dialog tersebut berlangsung saat Dimyati melakukan kunjungan Safari Ramadan 1447 H/2026 M di Kabupaten Lebak, Kamis (12/3/2026). Dalam kegiatan itu, ia juga meninjau hasil program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) serta pembangunan saluran irigasi Cibinuangeun.
Dimyati berharap berbagai program pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Mudah-mudahan bulan Ramadan ini penuh berkah. Hasil pembangunan diharapkan bermanfaat bagi masyarakat karena telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan saluran irigasi sekunder Cibinuangeun menelan anggaran sebesar Rp8,4 miliar dan diproyeksikan mampu mengairi sekitar 2.400 hektare lahan persawahan di wilayah Kecamatan Wanasalam.
“Kalau tidak dibangun, airnya bisa kering. Pembangunan ini bermanfaat bagi masyarakat di sini sekaligus untuk mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Banten,” tuturnya.
Di akhir kunjungannya, Dimyati mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas irigasi yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Saluran irigasi jangan dibobok atau dilubangi. Semoga ketahanan pangan kita terus terjaga dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” pungkasnya.















