SERANG, RUBRIKBANTEN – Kawasan Banten Lama kembali menunjukkan daya tariknya sebagai pusat wisata religi melalui gelaran Pesantren Fest 2026. Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah “Jalan Santri Sarungan” yang diikuti sekitar 1.500 peserta, Senin (4/5/2026).
Ribuan santri dan masyarakat memadati area Masjid Agung Banten Lama sejak sore hari sebelum memulai rute mengelilingi Benteng Surosowan. Suasana penuh semangat tampak dari para peserta yang mengenakan sarung sebagai simbol tradisi pesantren.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susianti, yang melepas langsung peserta, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sarat nilai religius, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong promosi pariwisata daerah.
Menurutnya, perpaduan tradisi pesantren dengan destinasi bersejarah menjadi kekuatan tersendiri dalam menarik minat wisatawan.
“Tradisi sarungan adalah bagian dari identitas pesantren. Melalui kegiatan ini, kami ingin nilai tersebut semakin dikenal luas sekaligus memperkuat wisata religi di Banten,” ujarnya.
Meski hujan sempat mengguyur kawasan, antusiasme peserta tidak surut. Para santri, ulama, hingga masyarakat tetap mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai dengan penuh semangat.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Ikatan Keluarga Pondok Daar El Qolam (IKPDQ), Jaringan Organ Santri (Jaros), serta dukungan dari Dinas Pariwisata Provinsi Banten.
Melalui Pesantren Fest 2026, Banten Lama kembali ditegaskan sebagai destinasi unggulan wisata religi yang memadukan kekayaan sejarah, budaya, dan nilai spiritual.















