SERANG, RUBRIKBANTEN – Jembatan Garuda yang terletak di Kampung Garung, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, resmi dioperasikan pada Senin, 4 Mei 2026. Infrastruktur tersebut menjadi kebanggaan masyarakat setempat setelah rampung dibangun dalam waktu kurang dari satu bulan melalui kolaborasi TNI, Polri, pihak industri, serta warga.
Peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0623 Cilegon, Letkol Inf. Imam Buchori, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI-Polri dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur di wilayah pedesaan.
“Kami hadir melalui program TMMD ke-128 Kodim Cilegon yang bersinergi dengan Polri untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, yang bertujuan mempercepat pembangunan di daerah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” tambahnya.
Imam juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi faktor utama percepatan penyelesaian proyek tersebut.
“Melalui TMMD ke-128, kami berupaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan sentuhan pembangunan infrastruktur,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Anyer, Imron Ruhyadi, mengungkapkan bahwa wilayahnya termasuk daerah rawan terdampak bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan.
Sebelumnya, akses penghubung antarwilayah hanya menggunakan jembatan bambu yang kerap hanyut saat banjir, sehingga menyulitkan aktivitas warga, terutama pelajar.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada jembatan permanen yang kokoh dan aman dilalui,” tuturnya.
Ia menambahkan, jembatan tersebut menjadi jalur vital yang menghubungkan sejumlah desa, seperti Sindang Mandi, Sindang Karya, Tanjung Manis, dan Cikoneng. Kehadiran jembatan ini berdampak langsung pada kelancaran distribusi hasil pertanian serta aktivitas masyarakat sehari-hari.
Imron juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.
“Kalau membangun bisa bersama, maka merawat juga harus bersama. Jembatan ini milik masyarakat, jadi harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” tandasnya.
Dengan diresmikannya Jembatan Garuda, warga Kampung Garung dan sekitarnya kini memiliki akses yang lebih aman, efisien, dan andal, terutama saat musim hujan.















