JAKARTA, RUBRIKBANTEN — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memfinalisasi peserta dan seluruh kelengkapan pelaksanaan Diklat Bela Negara Wartawan PWI, Jumat (23/1/2026). Sekitar 200 wartawan anggota PWI dipastikan mengikuti pelatihan yang akan digelar di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Kementerian Pertahanan, Bogor, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026.
Finalisasi mencakup pendataan peserta hingga kesiapan perlengkapan. Seluruh wartawan peserta dijadwalkan mengambil pakaian dan atribut kegiatan di Kantor PWI Pusat pada Rabu (28/1/2026). Keesokan harinya, Kamis (29/1/2026), peserta akan diberangkatkan secara kolektif menggunakan bus dari Kementerian Pertahanan RI pukul 06.30 WIB.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan dan PWI telah mematangkan rencana Diklat Bela Negara melalui rapat koordinasi di Gedung A.H. Nasution, Kementerian Pertahanan RI, Rabu (21/1/2026). Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten.
Sekretaris Jenderal PWI sekaligus Ketua Panitia HPN 2026, Zulmansyah Sekedang, menegaskan Diklat Bela Negara merupakan program strategis untuk memperkuat peran wartawan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, wartawan dituntut tidak hanya profesional secara jurnalistik, tetapi juga memiliki kesadaran dan ketangguhan kebangsaan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan lokasi pelatihan dipindahkan dari Akademi Militer Magelang ke Bogor lantaran padatnya agenda di Akmil. “Agar kegiatan tetap berjalan optimal dan tidak berbenturan dengan agenda lain, pelaksanaan dialihkan ke Pusdiklat Bela Negara Kemenhan di Bogor,” ujarnya.
Diklat Bela Negara ini akan menghadirkan pemateri strategis dari berbagai kementerian, lembaga, serta kalangan akademisi, termasuk Universitas Pertahanan. Materi disusun secara berjenjang dan terukur, dengan fokus pada penguatan nilai-nilai dasar bela negara.
Sejumlah agenda utama yang akan dijalani peserta antara lain outbound, immersive learning, serta pembekalan nilai-nilai bela negara yang dirancang untuk membentuk mental, disiplin, kepemimpinan, dan solidaritas.
Wakil Ketua PWI Bidang Hankam TNI/Polri, Badar Subur, menyatakan konsep Diklat Bela Negara Wartawan PWI merupakan hasil kesepakatan pimpinan PWI dengan Menteri Pertahanan. “Pelatihan ini menekankan penguatan mental, disiplin, dan solidaritas wartawan sebagai bagian dari pertahanan bangsa dan negara,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh peserta akan mengikuti kegiatan secara kolektif tanpa pemisahan tim, guna membangun kebersamaan dan komitmen bersama. Dari sisi teknis, peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan. Wartawan yang dinyatakan lulus berhak memperoleh Sertifikat Bela Negara.
Sementara itu, Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Ferry Trisnaputra, memastikan kesiapan penuh pihaknya. “Kami siap dan merasa terhormat menyambut para wartawan PWI dalam Diklat Bela Negara ini,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PWI lainnya. Dalam kesempatan itu juga ditegaskan tata tertib peserta, mulai dari pembatasan penggunaan telepon genggam, larangan merokok di barak, hingga pengaturan jam istirahat malam sebagai bagian dari pembinaan mental, disiplin, dan tanggung jawab kebangsaan.















