Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Pemkot Cilegon Tutup Akses Jalan Tambang di Deringo, 100 Truk Pengangkut Tanah Dipaksa Putar Balik

109
×

Pemkot Cilegon Tutup Akses Jalan Tambang di Deringo, 100 Truk Pengangkut Tanah Dipaksa Putar Balik

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Kota Cilegon akhirnya mengambil langkah tegas dengan menutup akses jalan yang digunakan untuk aktivitas pertambangan di Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Jumat (6/3/2026).

Penutupan tersebut dilakukan setelah banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang menjadi licin dan berlumpur akibat kendaraan berat dari aktivitas tambang yang melintas setiap hari.

Banner

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra mengatakan, langkah penutupan dilakukan karena kendaraan tambang tersebut menggunakan jalan milik Pemerintah Kota Cilegon, meski lokasi tambangnya berada di wilayah Kabupaten Serang.

“Hari ini kami dari Pemerintah Kota Cilegon mulai menutup akses jalan menuju lokasi pertambangan yang berada di wilayah Kabupaten Serang, namun menggunakan akses jalan Kota Cilegon,” ujar Aziz di sela kegiatan penertiban.

Menurutnya, aktivitas kendaraan berat dari tambang tersebut telah merugikan masyarakat karena menyebabkan jalan dipenuhi lumpur, bahkan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Ini sangat merugikan masyarakat Cilegon. Kondisi jalan dipenuhi lumpur akibat kendaraan berat sehingga membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Baca juga:  Bantah Tuduhan Monopoli, Husen Saidan Balik Desak PT CBN Minta Maaf: Ini Dugaan, Bukan Fitnah

Aziz menegaskan, penutupan akses jalan tersebut dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan.

“Seterusnya tidak ada batas waktu yang ditentukan. Akses jalan ini kita tutup,” tegasnya.

Meski demikian, Pemkot Cilegon tidak melarang aktivitas pertambangan selama menggunakan akses jalan yang berada di wilayah Kabupaten Serang.

“Silakan aktivitas pertambangan tetap berjalan, tapi gunakan akses wilayah Kabupaten Serang karena aktivitas usahanya juga berada di wilayah sana,” jelasnya.

Untuk memastikan kendaraan tambang tidak lagi masuk melalui jalan kota, Pemkot Cilegon juga memasang barrier beton sebagai penghalang akses menuju lokasi tambang.

“Saat ini kita hanya memberikan akses jalan keluar bagi kendaraan yang masih berada di dalam tambang. Untuk akses masuk sudah kita pasang barrier beton,” ungkap Aziz.

Ia menambahkan, pemerintah memberikan waktu hingga sore hari agar seluruh kendaraan yang masih berada di dalam area tambang dapat keluar sebelum akses tersebut ditutup secara permanen.

“Kurang lebih ada sekitar 100 kendaraan setiap harinya yang keluar masuk. Tadi saja di depan sudah ada sekitar 20 kendaraan, sementara yang di dalam masih kita cek menggunakan drone,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!