Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

MBG Swasta Pecah Telur di Kabupaten Serang, Sekda Zaldi Dorong Replikasi di Daerah Lain

108
×

MBG Swasta Pecah Telur di Kabupaten Serang, Sekda Zaldi Dorong Replikasi di Daerah Lain

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) swasta resmi diluncurkan di Kabupaten Serang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, bahkan secara tegas mendorong agar program kolaborasi swasta ini diperluas ke wilayah lain, karena dinilai mampu menjawab kebutuhan sosial yang tidak bisa ditangani pemerintah seorang diri.

Peresmian MBG swasta tersebut berlangsung di Gedung PT Baja Perkasa Sentoso (BPS), Jalan Lanud Gorda KM 1, Kampung Maja, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kamis (12/2/2026).

Banner

Berbeda dengan program MBG nasional yang dibiayai melalui APBN dan dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), MBG ini sepenuhnya merupakan hasil inisiatif dan pendanaan pihak swasta, melalui kerja sama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa dengan PT Baja Perkasa Sentoso.

Program MBG swasta ini secara khusus menyasar siswa-siswi berkebutuhan khusus dari Sekolah Khusus (SKH) Bina Citra Anak, SKH Global Insani Madani, dan SKH Permata Jannah yang berada di sekitar kawasan industri PT BPS, Kecamatan Kibin.

Sekda Zaldi menegaskan, MBG swasta menjadi bukti nyata bahwa peran sosial tidak selalu harus bergantung pada anggaran negara.

Baca juga:  Wartawan: Profesi, Panggilan Hidup, atau Sekadar Hobi?

“Ini bukan dari APBN, tapi murni kolaborasi swasta. Sasarannya pun bukan siswa normal, melainkan anak-anak berkebutuhan khusus, mulai dari tuna rungu, tuna netra, hingga autisme,” ujar Zaldi.

Ia menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Serang terhadap program tersebut. Bahkan, Pemkab berharap MBG swasta dapat direplikasi oleh perusahaan lain.

“Kita sangat mendukung dan mengapresiasi PT BPS serta Yayasan Inklusi Pelita Bangsa. Banyak persoalan di Kabupaten Serang yang tidak bisa diselesaikan pemerintah saja. Program seperti ini justru sangat kami harapkan,” ungkapnya.

Zaldi menambahkan, saat ini program MBG di Kabupaten Serang terbagi menjadi dua skema, yakni MBG dari APBN dan MBG swasta yang dipelopori PT BPS—yang disebut sebagai yang pertama di Kabupaten Serang.

“Ini pelajaran penting bagi dunia usaha, bahwa keterlibatan swasta dalam kegiatan sosial sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Dukungan senada disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serang, IG. Punia Atmaja, yang menilai MBG swasta sebagai bentuk kolaborasi ideal antara dunia usaha dan masyarakat.

“Kami mengapresiasi penuh partisipasi swasta melalui Yayasan Inklusi Pelita Bangsa. Ini murni kegiatan sosial, tidak melibatkan uang negara, dan justru ikut menyukseskan program pemerintah,” katanya.

Baca juga:  Kadin Cilegon Nilai Akses KS Jadi Kunci Hidupkan Pelabuhan Warnasari

Kajari menegaskan bahwa Kejari Serang bersama Pemkab Serang mendukung penuh program tersebut sebagai model kontribusi sosial yang sehat dan transparan.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Muhammad Anzar Latifansyah, menyebut MBG swasta lahir dari inisiatif mandiri tanpa menunggu program pemerintah.

“Kami ingin merangkul perusahaan swasta agar ikut berkontribusi langsung kepada masyarakat. Harapannya ini bisa memotivasi perusahaan lain, khususnya di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain menyasar siswa SKH, pelaksanaan MBG swasta juga melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai penyedia makanan, serta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang untuk memastikan kualitas gizi.

“Program ini bukan hanya soal makan bergizi, tapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!