CILEGON, RUBRIKBANTEN – Okupansi sektor pariwisata di Cilegon pasca libur Lebaran 2026 terpantau stabil. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon, Wawan Ihwani.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon, Wawan Ihwani, bahwa tingkat kunjungan wisata tidak mengalami lonjakan signifikan maupun penurunan tajam. “Rata-rata masih stabil. Memang yang mendominasi itu wisatawan lokal yang memadati sejumlah destinasi di Cilegon,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi pasca libur Lebaran berjalan kondusif. Tidak ada laporan kejadian negatif selama aktivitas wisata berlangsung.
“Alhamdulillah tidak ada kabar buruk setelah liburan dan aktivitas wisata di Cilegon,” tambahnya.
Salah satu indikator terlihat pada hari kedua Lebaran di kawasan Krakatau Cilegon Center (KCC) yang mencatat sekitar seribu lebih pengunjung dalam sehari.
Sementara itu, sektor perhotelan menunjukkan tren positif dengan peningkatan okupansi sekitar 40 persen, meskipun Cilegon dikenal sebagai kota industri.
Untuk destinasi religi, kunjungan ke makam Makam Syekh Jamaludin mengalami peningkatan signifikan menjelang Lebaran, didominasi peziarah.
Selain itu, wisata pantai di kawasan Pulau Merak Kecil juga dipadati pengunjung. Namun, pihak pengelola belum memberikan data pasti terkait jumlah wisatawan karena masih fokus pada pelayanan di lapangan.
“Memang masih didominasi wisatawan lokal,” jelas Wawan.
Ke depan, Disporapar Cilegon menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisata sebesar 3 persen setiap tahun. Meski saat ini tren masih stabil dan belum ada destinasi wisata baru, sejumlah lokasi unggulan seperti Pulau Merak Kecil dan KCC tetap menjadi primadona yang konsisten menarik wisatawan.
“Setiap tahun targetnya ada kenaikan, meskipun tidak besar. Yang penting konsisten,” pungkasnya.















