CILEGON, RUBRIKBANTEN – Ribuan warga Kota Cilegon diperkirakan akan kembali memadati Alun-Alun Kota dalam kegiatan Padang Wulan III yang digelar Kamis (23/4/2026) malam. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Cilegon sekaligus bagian dari Cilegon Expo 2026.
Berbeda dari perayaan ulang tahun kota pada umumnya yang diawali hiburan panggung, pembukaan HUT Cilegon tahun ini dikemas dalam nuansa spiritual melalui malam doa bersama masyarakat. Agenda tersebut diisi dengan tawasul, istighosah, dzikir, hingga lantunan hadroh.
Padang Wulan menghadirkan pertemuan antara ulama, seniman, komunitas, dan masyarakat umum dalam satu ruang kebersamaan di ruang publik kota. Kegiatan ini diinisiasi Pemerintah Kota Cilegon melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bersama Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, dengan FORWARD sebagai pelaksana kegiatan.
Ketua FORWARD, Rizal Arif Baihaqi, menegaskan bahwa Padang Wulan dirancang sebagai ruang bersama yang terbuka bagi seluruh warga.
“Padang Wulan adalah agenda publik. Ia bukan milik pemerintah, bukan milik Dewan Kebudayaan, dan bukan milik FORWARD. Ini ruang bersama warga Cilegon untuk berkumpul, berdoa, dan merasa memiliki kotanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum HUT kota sebaiknya dimulai dari kesadaran kolektif masyarakat sebelum memasuki rangkaian perayaan yang lebih meriah.
“Kami percaya kota tidak hanya dirayakan lewat pesta, tetapi juga dirawat lewat doa. Karena itu Padang Wulan menjadi cara masyarakat membuka ulang tahun kotanya dengan hati yang sama,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut Padang Wulan diharapkan dapat tumbuh menjadi tradisi baru yang lahir dari partisipasi warga.
“Ketika masyarakat merasa HUT Cilegon dimulai dari Padang Wulan, maka itu bukan lagi sekadar acara, tetapi tradisi bersama,” tambahnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Padang Wulan juga berkembang menjadi fenomena sosial yang memperlihatkan kuatnya kebutuhan ruang spiritual di tengah kehidupan kota industri. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menjadikannya bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga momentum kebersamaan warga.
Kegiatan dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB dan terbuka untuk seluruh masyarakat. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Padang Wulan menjadi penanda bahwa sebelum kota dirayakan, kota terlebih dahulu didoakan oleh warganya.















