CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dukungan terhadap kepemimpinan Ketua PCNU Kota Cilegon, H. Erik Rebiin, terus mengalir dari berbagai elemen organisasi masyarakat. Kali ini, dukungan tegas datang dari Panglima Besar Ormas Kaji Muda Banten, M. Ibrohim Aswadi.
Ibrohim menyatakan pihaknya mendukung penuh keberlanjutan kepemimpinan Erik Rebiin yang dinilai berhasil membawa perubahan signifikan dalam tubuh Nahdlatul Ulama di Kota Cilegon.
Menurutnya, meski baru memimpin sekitar satu tahun, Erik telah menunjukkan kinerja progresif melalui berbagai terobosan strategis, khususnya dalam penguatan kaderisasi dan revitalisasi peran organisasi di tengah masyarakat.
“Dalam waktu yang relatif singkat, beliau mampu menggerakkan struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan. Program pengkaderan yang menyeluruh menjadi bukti keseriusan membangun fondasi organisasi yang kuat,” ujar Ibrohim.
Sejumlah capaian dinilai menonjol selama masa kepemimpinan Erik Rebiin, di antaranya pengkaderan aktif di seluruh kecamatan, meningkatnya partisipasi generasi muda, hingga penguatan konsolidasi internal dari tingkat cabang hingga ranting.
Selain itu, sinergi lintas badan otonom seperti GP Ansor, Fatayat, Muslimat, serta IPNU-IPPNU juga disebut semakin solid. Intensitas kegiatan sosial-keagamaan pun meningkat, mulai dari pengajian, pelatihan kader, hingga gerakan sosial kemasyarakatan.
Ibrohim menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan Erik dalam menjaga keseimbangan antara penguatan internal organisasi dan hubungan eksternal.
“Soliditas organisasi terus terjaga karena beliau aktif menjalin silaturahmi dengan alim ulama, pondok pesantren, antar lembaga, hingga pemerintah. Ini menjadi kunci penting dalam memperkuat posisi NU di tengah masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya itu, Erik Rebiin juga dinilai membawa visi besar untuk mengembalikan identitas Cilegon sebagai kota santri yang tetap selaras dengan karakter sebagai kota industri.
“Ia ingin memadukan peran ulama, umaro, santri, dan dunia industri agar pembangunan tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga penuh nilai keberkahan,” jelas Ibrohim.
Menurutnya, gagasan tersebut relevan dengan kondisi Cilegon yang membutuhkan keseimbangan antara kemajuan industri dan nilai religius masyarakat.
Lebih jauh, Ibrohim menyoroti meningkatnya “ghiroh” atau semangat kader NU yang dinilai semakin hidup. Hal itu menjadi indikator bahwa arah kepemimpinan saat ini berada di jalur yang tepat.
“Kami melihat kebangkitan semangat kader yang luar biasa. Ini bukan sekadar program, tapi gerakan yang menghidupkan kembali ruh organisasi,” ujarnya.
Ia pun menegaskan pentingnya keberlanjutan kepemimpinan untuk menjaga stabilitas organisasi dan memastikan program-program strategis tetap berjalan.
“Konsistensi dan keberlanjutan adalah kunci. Jangan sampai program yang sudah baik terhenti di tengah jalan. Kami ingin NU Kota Cilegon semakin kuat, modern, dan tetap berakar pada Ahlussunnah wal Jama’ah,” pungkasnya.
Dukungan dari Kaji Muda Banten ini diharapkan menjadi energi tambahan bagi seluruh elemen NU di Kota Cilegon untuk terus bergerak maju dalam membangun umat dan memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.















