CILEGON, RUBRIKBANTEN – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Aflahul Aziz, menegaskan perlunya percepatan pembangunan kantong parkir di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS). Politisi Fraksi Gerindra itu menilai keberadaan kantong parkir menjadi solusi strategis untuk mengatasi maraknya parkir liar yang selama ini mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menurut Aflahul, pembangunan kantong parkir bukan hanya bertujuan menciptakan ketertiban, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi parkir maupun kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga yang dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Kami mendorong agar Dinas Perhubungan segera menyusun tahapan pelaksanaan secara jelas, mulai dari penentuan lokasi, penyediaan anggaran, hingga skema pengelolaan. Jangan sampai persoalan parkir liar di JLS terus berlarut tanpa solusi,” ujar Aflahul Aziz.
Selain persoalan parkir, Aflahul juga menyoroti masih banyaknya keluhan masyarakat terkait lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam maupun lambat diperbaiki.
Ia mengungkapkan, salah satu penyebab lambannya penanganan adalah keterbatasan sarana operasional. Saat ini, Dinas Perhubungan Kota Cilegon hanya memiliki satu unit mobil bucket truck untuk melayani pemeliharaan PJU di seluruh wilayah Kota Cilegon.
Karena itu, Aflahul meminta Pemerintah Kota Cilegon memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan sarana dan sumber daya manusia di sektor tersebut.
“Penambahan armada bucket truck, perlengkapan pemeliharaan, serta personel teknis harus menjadi prioritas agar respons terhadap laporan masyarakat bisa lebih cepat,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong agar pemerintah mengalokasikan anggaran pemeliharaan PJU yang memadai dalam APBD Perubahan maupun APBD tahun berikutnya.
Aflahul turut merekomendasikan pembangunan sistem pengaduan masyarakat yang terintegrasi dengan target waktu penyelesaian (service level agreement/SLA), penyusunan jadwal inspeksi rutin jaringan PJU, serta pemanfaatan teknologi PJU hemat energi dan sistem pemantauan berbasis digital pada titik-titik prioritas.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan perhubungan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus mampu meningkatkan pelayanan publik, menjamin keselamatan pengguna jalan, serta mengoptimalkan PAD yang manfaatnya akan kembali dirasakan masyarakat.
“Harapan kami, seluruh rekomendasi ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga pelayanan perhubungan di Kota Cilegon semakin baik, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Aflahul Aziz.













