Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOlahragaOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Tuan Rumah Potrada Banten 2026, Cilegon Bidik Juara Meski Terkendala Lahan dan Fasilitas

19
×

Tuan Rumah Potrada Banten 2026, Cilegon Bidik Juara Meski Terkendala Lahan dan Fasilitas

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kota Cilegon memasang target tinggi dalam ajang Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Potrada) III tingkat Provinsi Banten tahun 2026. Tak ingin sekadar menjadi tuan rumah, Kota Baja berambisi keluar sebagai juara meski pengembangan olahraga tradisional masih dibayangi keterbatasan lahan dan fasilitas.

Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menegaskan bahwa Potrada bukan hanya ajang perebutan prestasi, tetapi juga momentum untuk menjaga eksistensi olahraga tradisional agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Banner

Menurutnya, olahraga tradisional merupakan bagian dari warisan budaya sekaligus identitas masyarakat yang harus terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Namun, Fajar tidak menampik bahwa pengembangan olahraga tradisional di Kota Cilegon masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan lahan dan sarana pendukung.

Karena itu, ia berharap adanya penguatan dukungan pemerintah daerah melalui dinas terkait, baik dari sisi pembinaan atlet, penyediaan fasilitas maupun dukungan anggaran.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Fajar tetap optimistis kontingen Cilegon mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Saya berharap kontingen Cilegon mampu menunjukkan prestasi terbaik dan keluar sebagai juara dalam Potrada tingkat Provinsi Banten tahun ini,” ujar Fajar.

Baca juga:  Era Defisit Berakhir, Ribuan Guru Madrasah Cilegon Tarik Napas Lega

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Cilegon, Awab, menjelaskan bahwa Potrada mempertandingkan sejumlah cabang olahraga tradisional yang berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA).

“Cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan di antaranya egrang, gobak sodor, sumpitan, dan gasing,” kata Awab.

Ia mengungkapkan, peserta yang mengikuti pertandingan dibatasi pada usia di bawah 24 tahun. Pembatasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan atlet, khususnya pada cabang olahraga yang memiliki risiko cedera seperti egrang.

Tak berhenti pada Potrada, KORMI Cilegon juga tengah mempersiapkan kontingen untuk mengikuti ajang olahraga masyarakat tingkat Provinsi Banten yang dijadwalkan berlangsung di Kota Tangerang pada 7 November 2026.

Dari total 26 induk organisasi olahraga (Inorga) yang tercatat di Kota Cilegon, sebanyak 20 Inorga direncanakan ambil bagian dalam ajang tersebut.

Salah satu cabang yang dipersiapkan adalah senam jantung, dengan potensi mengirimkan hingga 49 perwakilan.

Awab menyebutkan, hampir 56 Inorga aktif di tingkat Provinsi Banten. Keberadaan organisasi tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperluas partisipasi masyarakat pada olahraga rekreasi maupun olahraga tradisional.

Baca juga:  Bangkit dari Rugi, Krakatau Steel Cetak Laba Rp5,68 Triliun: Sinyal Kuat Kebangkitan Industri Baja Nasional

Dengan target juara yang telah dicanangkan, Potrada III Banten sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Cilegon untuk membuktikan komitmennya dalam pengembangan olahraga tradisional.

Pasalnya, ambisi meraih prestasi tidak cukup hanya mengandalkan semangat atlet, tetapi juga membutuhkan pembinaan berkelanjutan, dukungan anggaran, serta ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!