SERANG, RUBRIKBANTEN – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat daya saing akademik internasional. Tak ingin hanya menjadi penonton di tengah persaingan pendidikan tinggi global, sebanyak 42 delegasi diterjunkan dalam forum akademik bersama Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.
Sebanyak 42 delegasi tersebut terdiri atas 38 mahasiswa program Magister (S2) dan Doktor (S3) serta empat dosen yang berpartisipasi dalam International Seminar on Community Engagement: Lecturer–Student Collaboration.
Menariknya, keikutsertaan delegasi UIN SMH Banten bukan sekadar menghadiri seminar internasional. Mahasiswa juga mengambil peran sebagai pembicara bersama Direktur Pascasarjana, sekaligus terlibat dalam pertukaran gagasan dan diskusi akademik lintas negara.
Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten, Prof. Dr. Wasehudin, M.SI., tampil sebagai pembicara sekaligus pengarah akademik delegasi.
Dalam forum tersebut, Wasehudin mengangkat pentingnya kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan dan membuka peluang kemitraan strategis antara UIN SMH Banten dan UPSI Malaysia.
Tidak hanya melibatkan pimpinan Pascasarjana, kegiatan internasional ini juga diikuti sejumlah dosen yang memiliki peran strategis dalam pengembangan akademik.
Mereka adalah Dr. Hj. Fitri Hilmiyati, M.Ed., Ketua Program Studi S2 dan S3 Pendidikan Agama Islam (PAI); Dr. Yahdinil Firda Nadiroh, M.Si., Sekretaris Program Studi S2 dan S3 PAI; serta Dr. Hj. Uyu Mu’awanah, M.Pd., Sekretaris Program Studi S2 dan S3 Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Ketiga dosen tersebut berperan mendampingi mahasiswa, memperkuat diskusi keilmuan, serta mendorong lahirnya gagasan dan jejaring akademik lintas negara.
Sementara itu, mahasiswa Pascasarjana UIN SMH Banten mendapatkan ruang untuk menyampaikan pemikiran, bertukar pengalaman, dan mendiskusikan strategi pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan sosial.
Keterlibatan mahasiswa sebagai pembicara menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya dituntut menguasai teori di ruang perkuliahan, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi ilmiah, kepemimpinan, dan wawasan internasional.
Di sisi lain, dosen dan mahasiswa Pascasarjana UPSI Malaysia turut menjadi mitra akademik dalam pertukaran pengetahuan serta pembahasan pendekatan community engagement atau keterlibatan perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum seminar, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, pertukaran akademik, hingga program pengabdian kepada masyarakat.
Langkah Pascasarjana UIN SMH Banten ini sekaligus menegaskan pentingnya perguruan tinggi Islam untuk terus memperluas jejaring internasional dan menghasilkan kontribusi akademik yang berdampak nyata.
Sebab, tantangan pendidikan tinggi saat ini bukan hanya mencetak lulusan bergelar akademik, tetapi juga melahirkan intelektual yang mampu bersaing, berkolaborasi, dan memberikan solusi atas persoalan masyarakat.
Melalui kerja sama dengan UPSI Malaysia, Pascasarjana UIN SMH Banten berupaya memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan di tingkat global.













