Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Drainase Buntu Picu Banjir di Puloampel, DPRD Serang Deden Yusuf Dorong Survei dan Koordinasi Lintas Instansi

183
×

Drainase Buntu Picu Banjir di Puloampel, DPRD Serang Deden Yusuf Dorong Survei dan Koordinasi Lintas Instansi

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Golkar, Deden Yusuf, menanggapi keluhan warga terkait banjir yang kerap terjadi di ruas jalan Bojonegara–Puloampel, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel. Ia menilai perlu dilakukan survei lapangan terlebih dahulu sebelum menentukan langkah penanganan yang tepat.

Menurut Deden, persoalan banjir yang disebabkan oleh drainase yang tidak memiliki saluran pembuangan hingga ke laut harus dilihat secara menyeluruh agar solusi yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru.

Banner

“Intinya begini, kita perlu lihat dulu lokasinya di mana posisinya. Khawatir nanti kalau langsung dibuat gorong-gorong ternyata ada galian kabel atau utilitas lain di situ,” ujar Deden kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan, kajian teknis diperlukan untuk memastikan arah aliran air serta kemiringan lahan (peden) agar air dapat mengalir lancar menuju laut tanpa menimbulkan genangan di area lain seperti sawah atau permukiman warga.

“Kalau memang nanti dibuatkan saluran tembus ke laut, kita harus lihat dulu arahnya dari mana supaya aliran airnya bisa berjalan mulus dan tidak menghambat ke tempat lain,” jelasnya.

Baca juga:  Warga Lapak Cilegon Dapat Uang Kerohiman dari Abah Jen, Tanpa Paksaan Tanpa Tangisan

Deden juga menyoroti status jalan yang berada di lokasi tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, ruas jalan itu merupakan jalan nasional sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas pemerintah.

“Kalau itu memang jalan nasional, tentu harus ada koordinasi dengan pemerintah terkait. Kita juga perlu duduk bersama dengan lurah, camat, hingga pemerintah daerah supaya langkah yang diambil sejalan,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten agar usulan penanganan banjir bisa diteruskan secara bersama-sama ke pemerintah yang berwenang.

“Kalau semua sudah satu arah, nanti kita bisa dorong bersama ke bupati atau bahkan ke gubernur. Jadi penanganannya jelas dan tidak menimbulkan polemik,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Puloampel mengeluhkan kondisi drainase yang tidak memiliki saluran pembuangan hingga ke laut sehingga air dari kali berhenti di pinggir jalan raya Bojonegara–Puloampel.

Salah seorang warga, Ismail, mengatakan banjir sering terjadi karena aliran air yang membawa sampah dari kali terhenti di pinggir jalan tanpa adanya sodetan atau gorong-gorong menuju laut.

Baca juga:  Cibeber Expo Diperjuangkan: Harapan Baru bagi UMKM di Tengah Defisit Anggaran

“Awalnya warga bersihin sampah dari kali ke arah jalan raya. Tapi akhirnya sampah itu malah menumpuk di pinggir jalan karena alirannya mentok sampai situ saja,” ujar Ismail.

Akibatnya, saat hujan deras turun, air dari kali dan drainase meluap hingga menimbulkan genangan bahkan banjir di kawasan tersebut.

Warga berharap pemerintah segera membangun gorong-gorong atau jembatan kecil seperti yang ada di Kampung Candi, Desa Puloampel, agar aliran air dapat langsung mengalir ke laut dan tidak lagi tertahan di pinggir jalan.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!