CILEGON, RUBRIKBANTEN – Penutupan akses kendaraan menuju lokasi pertambangan di Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil akhirnya disambut lega oleh masyarakat. Selama ini aktivitas truk tambang disebut membuat jalan berubah menjadi kubangan pasir dan lumpur yang membahayakan pengendara.
Warga menilai langkah penutupan tersebut merupakan respons yang sudah lama dinantikan, mengingat dampak aktivitas tambang kerap meresahkan masyarakat sekitar.
Salah seorang warga Kampung Sumur Watu, Andi Hidayatullah mengaku masyarakat merasa lega setelah pemerintah akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas pertambangan tersebut.
“Kami selaku masyarakat merasa senang dengan adanya penutupan ini. Saya berterima kasih kepada pemerintah yang sudah bertindak,” ujarnya.
Menurut Andi, warga selama ini berkali-kali melaporkan dampak aktivitas tambang kepada pihak terkait. Truk-truk pengangkut material disebut sering keluar masuk area tambang dan membawa pasir serta lumpur hingga ke badan jalan.
Akibatnya, kondisi jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun.
“Sering ada laporan masyarakat terkait galian tersebut karena menimbulkan pasir dan lumpur yang membuat jalan licin,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, kondisi jalan yang kotor dan licin itu bahkan sempat memicu sejumlah kecelakaan di lokasi tersebut.
“Sudah ada beberapa korban, pernah terjadi kecelakaan di sini,” ungkapnya.
Andi menambahkan, masyarakat sebenarnya sudah pernah melakukan mediasi dengan pihak pengelola tambang. Namun hingga kini belum ada solusi konkret yang diberikan.
“Sebelumnya sudah pernah ada mediasi dengan pengelola tambang, tapi belum ada titik terang,” tuturnya.
Karena itu, warga berharap penutupan akses menuju lokasi tambang dapat menjadi solusi agar jalan kembali aman dan tidak lagi membahayakan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.















