CILEGON, RUBRIKBANTEN – Koordinator Presidium MD KAHMI Cilegon, Masduki, menyoroti belum optimalnya keterhubungan antara pertumbuhan industri dengan penyerapan tenaga kerja di Kota Cilegon. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah forum diskusi yang membahas peran strategis organisasi dalam mendorong pembangunan daerah.
Menurut Masduki, keberadaan industri besar yang berdiri megah di wilayah Cilegon seharusnya mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan angka pengangguran. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan antara dunia industri dan kebutuhan tenaga kerja lokal.
“Ini menjadi pertanyaan besar, apakah terjadi kebekuan komunikasi antara industri dengan pemerintah daerah, atau memang belum ada inovasi kebijakan yang mampu menjembatani kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Ia juga menilai kemungkinan adanya kendala regulasi yang turut menghambat optimalisasi penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dari pemerintah bersama para pemangku kepentingan untuk menciptakan sinergi yang lebih baik.
Selain itu, Masduki menegaskan pentingnya penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi daerah. Menurutnya, KAHMI hadir untuk mendorong agar UMKM di Cilegon dapat berkembang dengan dukungan industri besar.
Ia mencontohkan potensi kolaborasi dengan industri baja seperti PT Krakatau Steel dalam menciptakan industri kreatif berbasis bahan baku lokal.
“Kami ingin ada dukungan nyata, misalnya membangun industri kreatif yang bahan bakunya berasal dari Krakatau Steel, sehingga UMKM bisa naik kelas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Masduki juga mendorong pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) di setiap kecamatan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pelatihan kerja yang terarah akan menghasilkan tenaga kerja yang siap diserap industri.
“Kami berharap ke depan ada BLK di setiap kecamatan atau minimal pelatihan yang berkelanjutan, dengan output yang jelas dan terhubung langsung dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Melalui berbagai gagasan tersebut, KAHMI Cilegon berharap dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kota Cilegon.















