Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Di Tengah Kritik SK Rektor, Munas III IKA UIN Banten Tetap Hadirkan Wamenag dan Gubernur

217
×

Di Tengah Kritik SK Rektor, Munas III IKA UIN Banten Tetap Hadirkan Wamenag dan Gubernur

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN — Kebijakan Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menuai kritik dari kalangan alumni. Penerbitan Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 91 Tahun 2026 tentang Pengesahan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) periode 2026–2030 dinilai memicu kegaduhan dan memperuncing perpecahan internal yang hingga kini belum mereda.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua I Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) IKA UIN SMH Banten, Haji Udin Saparudin, menegaskan bahwa pihaknya tengah berupaya merangkul seluruh elemen alumni tanpa sekat.

Banner

Ia menjelaskan, langkah strategis yang diambil adalah mengundang Gubernur Banten sebagai simbol keterlibatan alumni dalam sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Banten.

“Gubernur adalah kepala daerah yang juga memiliki kedekatan historis dengan perjuangan alumni. Itu menjadi alasan kuat kami melibatkan beliau,” ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telphon, Rabu (6/5/2026).

Selain itu, pihak IKA juga berencana menghadirkan Wakil Menteri Agama RI,Romo Muhammad Syafi’i (Romo), dalam agenda konsolidasi yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei mendatang.

“Kami sudah bertemu langsung, dan insya Allah beliau bersedia hadir,” kata Udin.

Baca juga:  Posyandu Banten Bertransformasi Total, Layanan Lengkap Kian Dekat ke Warga

Tak hanya pejabat pemerintah, kegiatan tersebut juga akan mengundang pimpinan kampus, para dekan, sesepuh alumni, hingga mantan rektor. Udin menegaskan bahwa forum ini bersifat terbuka dan inklusif.

“Kami tidak ingin ada pengkotak-kotakan. Semua alumni, dari masa STAIN hingga menjadi UIN, kami rangkul. Ini wadah silaturahmi, bukan arena konflik,” tegasnya.

Ia juga mengakui adanya perbedaan pandangan di internal alumni, namun menilai hal tersebut sebagai dinamika organisasi yang harus disikapi dengan kompromi.

“Perbedaan itu wajar. Tapi dalam organisasi, kompromi jauh lebih baik daripada mempertahankan ego yang tidak produktif,” katanya.

Udin berharap, momentum pertemuan yang akan menghadirkan tokoh-tokoh penting tersebut dapat menjadi titik temu untuk meredakan ketegangan serta memperkuat soliditas alumni dalam mendukung kemajuan kampus dan kontribusi terhadap masyarakat.

“Siapapun boleh bergabung. Tidak ada kubu, yang ada adalah kebersamaan untuk membangun kekuatan alumni,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!