Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Haji Udin Saparudin Siap Maju Jadi Ketua Presidium IKA UIN SMH Banten di Munas III

148
×

Haji Udin Saparudin Siap Maju Jadi Ketua Presidium IKA UIN SMH Banten di Munas III

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Tokoh pendiri Provinsi Banten, Haji Udin Saparudin, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Presidium Ikatan Alumni (IKA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten pada Musyawarah Nasional (Munas) III IKA UIN SMH Banten.

Haji Udin menegaskan, dirinya memiliki kedekatan emosional dan sejarah panjang bersama kampus sejak masih berstatus IAIN Sunan Gunung Jati Bandung hingga menjadi UIN SMH Banten.

Banner

“Saya dulu pernah menjadi Ketua Harian Senat Mahasiswa IAIN Sunan Gunung Jati Bandung. Saat itu seluruh elemen organisasi internal kampus seperti GESBIKA, SIGMA, Mahapeka dan Menwa tetap menyatu dalam wadah Senat Mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi di kampus menjadi modal penting dalam pengabdian di tengah masyarakat maupun organisasi eksternal.

“Belajar dari para guru dan teman-teman di kampus, saya mendapatkan ilmu, pengalaman dan adab. Itu yang kemudian menjadi modal saya berkiprah di berbagai organisasi luar kampus,” katanya.

Haji Udin diketahui aktif di berbagai organisasi, di antaranya unsur PB Al-Khairiyah, PB Mathla’ul Anwar, Pendekar Banten, DPP Puanten, unsur pimpinan Kadin Banten, KNPI Banten serta sejumlah organisasi lainnya.

Baca juga:  Andra Soni Gaspol Meritokrasi: Karier ASN Tak Lagi Soal Senioritas

Ia menilai, alumni IAIN, STAIN hingga UIN SMH Banten harus mampu menunjukkan eksistensi dan mengambil peran strategis di berbagai bidang kelembagaan maupun pembangunan daerah.

“Kader-kader IAIN, STAIN dan UIN harus bisa menempatkan diri pada posisi-posisi strategis. Alumni jangan hanya selesai setelah lulus, tapi harus terus bergerak dan berkontribusi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Haji Udin juga mengenang perjuangan pembentukan Provinsi Banten. Ia mengaku menjadi bagian dari kelompok kerja (Pokja) pembentukan Provinsi Banten bersama sejumlah tokoh, termasuk Prof. Tihami.

“Saya bersama Abah Prof Tihami ikut memperjuangkan berdirinya Provinsi Banten. Kami melakukan banyak kajian, seminar dan pertemuan-pertemuan. Perjuangan itu tidak mudah, tapi dengan semangat bersama akhirnya Banten menjadi provinsi,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat perjuangan mahasiswa, pemuda, ormas hingga partai politik saat itu harus menjadi inspirasi bagi alumni UIN SMH Banten saat ini.

Karena itu, ia menawarkan konsep kepemimpinan presidium kolektif kolegial dalam tubuh IKA UIN SMH Banten agar mampu mengakomodasi seluruh lintas angkatan alumni.

Baca juga:  Jaga Dana Rp610 Triliun, Jaksa Agung dan Mendes PDT Kunci Kolaborasi Bangun Desa

“Hemat saya, jembatan terbaik adalah gerakan alumni. Presidium kolektif kolegial lebih tepat untuk merangkul semua unsur alumni IAIN, STAIN hingga UIN SMH Banten,” katanya.

Ia menilai pola kepemimpinan tunggal berpotensi menimbulkan kesan kekuasaan yang terlalu dominan, sehingga diperlukan model kepemimpinan yang lebih terbuka, transparan dan merangkul semua pihak.

“Selama ini saya belajar ilmu untuk diabdikan kepada umat dan bangsa. Karena itu saya ingin merangkul semua unsur alumni tanpa sekat, transparan dan bersama-sama membangun organisasi,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!