Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota TangerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

30 Ton Sampah Menumpuk di Kali Ledug, Aksi Gabungan Turun Tangan Cegah Banjir Periuk

80
×

30 Ton Sampah Menumpuk di Kali Ledug, Aksi Gabungan Turun Tangan Cegah Banjir Periuk

Sebarkan artikel ini

TANGERANG, RUBRIKBANTEN — Tumpukan sampah mencapai 30 ton berhasil diangkat dari aliran Kali Ledug, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, dalam aksi Korve gabungan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang dan komunitas peduli sungai dari Banksasuci Foundation.

Aksi besar-besaran tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir sekaligus upaya menekan ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah Periuk.

Banner

Pemerintah Provinsi Banten melalui UPTD Cidurian-Cisadane menerjunkan puluhan personel PHL beserta armada pengangkut sampah guna mempercepat proses pembersihan.

Kepala UPTD Cidurian-Cisadane, Didik Purwanto mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mencegah banjir akibat penyumbatan aliran sungai.

“Melalui kolaborasi Korve bersama diharapkan dapat mengantisipasi banjir di wilayah Kecamatan Periuk,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Dukungan juga datang dari Dinas PUPR Kota Tangerang yang menurunkan alat berat excavator, armada truk serta personel lapangan untuk membantu pengangkutan sampah dari dasar kali.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu menyebut pihaknya menerjunkan satu unit excavator dan armada operasional agar proses normalisasi berjalan maksimal.

Baca juga:  Polres dan Disperindag Cilegon Turun Gunung: Harga Beras Diawasi Ketat, Inflasi Siap Dibabat

“Kita turunkan satu unit excavator, satu unit armada dan personel untuk Korve bersama di Kali Ledug,” katanya.

Sementara itu, Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya membersihkan sungai, melainkan mengubah kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah ke kali.

Menurutnya, sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan limbah domestik rumah tangga.

“Tantangan sesungguhnya bukan sekadar membersihkan sampahnya, tetapi bagaimana membangun edukasi dan perubahan perilaku masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai,” tegas Ade.

Ia menambahkan, pencegahan banjir harus menjadi tanggung jawab bersama melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, perusahaan, akademisi, komunitas dan media demi mewujudkan Tangerang ASRI, Banten ASRI hingga Indonesia ASRI.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!