CILEGON, RUBRIKBANTEN – Wali Kota Robinsar menegaskan Pemerintah Kota Cilegon bersama Satgas Pangan akan meningkatkan pengawasan distribusi bahan pokok menjelang Idul Adha 1447 Hijriah guna mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran.
“Kami bersama Satgas Pangan akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan bahan pokok agar supaya stabilitas harga di pasaran tetap terjaga,” ujar Robinsar usai membuka acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Setda II Cilegon, Rabu (13/5/2026).
Menurut Robinsar, pengendalian inflasi menjadi agenda penting Pemerintah Kota Cilegon, khususnya menjelang hari besar keagamaan saat kebutuhan masyarakat meningkat signifikan.
Ia menyampaikan, Pemkot Cilegon akan terus memperkuat koordinasi bersama Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan Pemerintah Provinsi Banten untuk menyusun strategi pengendalian inflasi yang lebih terarah.
“Hari ini kita lakukan rapat bersama BI, BPS dan Pemprov Banten untuk menyusun langkah-langkah agar setiap OPD dapat memiliki roadmap yang jelas terkait pengendalian inflasi di Kota Cilegon,” jelasnya.
Robinsar mengatakan, pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan harga barang, tetapi juga memastikan ketersediaan stok pangan dan kelancaran distribusi di lapangan.
“Menjelang Idul Adha kebutuhan masyarakat pasti akan meningkat. Oleh karena itu saya minta agar stok daging maupun bahan pokok lainnya harus dipastikan aman dan mencukupi,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung distribusi, mulai dari kondisi jalan hingga transportasi logistik agar pasokan barang tidak mengalami hambatan.
“Bukan hanya ketersediaan bahan pokok saja yang diperhatikan, tetapi akses distribusinya juga seperti jalan dan transportasi harus dipastikan mendukung supaya tidak ada hambatan dalam proses pengiriman,” pungkasnya.
Sebagai langkah konkret pengendalian inflasi, Pemerintah Kota Cilegon akan melakukan pemantauan harga dan stok secara intensif di pasar tradisional maupun modern, mengoptimalkan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah, melaksanakan sidak pasar, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memperkuat koordinasi dengan Bulog, distributor, pelaku usaha hingga aparat penegak hukum.















