Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKabupaten PandeglangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPerbankanPolitikSosial

Bank Banten Ekspansi, Laba Melonjak dan Kantor Cabang Pandeglang Direlokasi

74
×

Bank Banten Ekspansi, Laba Melonjak dan Kantor Cabang Pandeglang Direlokasi

Sebarkan artikel ini

PANDEGLANG, RUBRIKBANTEN — Kinerja positif dan pertumbuhan laba yang konsisten mendorong PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten memperkuat ekspansi bisnis. Langkah tersebut ditandai dengan peresmian sekaligus relokasi Kantor Cabang Pandeglang oleh Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Rabu (26/8/2026).

Kantor cabang yang kini berlokasi di Jalan Raya Serang-Pandeglang Km 1 Nomor 26 tersebut hadir dengan fasilitas yang lebih luas dan representatif. Relokasi ini menjadi bagian dari strategi Bank Banten untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses perbankan, sekaligus memperkuat kapasitas bisnis di Kabupaten Pandeglang.

Banner

“Karena akan mengelola bisnis dan potensi dana yang besar, diperlukan sarana yang memadai. Sekarang kantornya representatif, layak, dan bagus. Mudah-mudahan Bank Banten semakin melesat,” ujar Dimyati.

Dimyati juga mendorong Pemerintah Kabupaten Pandeglang memperkuat sinergi dengan Bank Banten. Menurutnya, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Banten harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banten.

“Pemegang saham pengendali Bank Banten adalah Pemerintah Provinsi Banten. Manfaatnya juga harus dirasakan oleh masyarakat Banten. Khusus di Pandeglang, saya berharap kerja sama dengan Bank Banten dapat terus dimaksimalkan,” katanya.

Baca juga:  PSU Mandek, BPN DKI Siap “Gas Pol” Kawal Penyerahan Aset ke Pemprov

Ekspansi tersebut sejalan dengan kinerja keuangan Bank Banten yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Laba bersih perseroan meningkat dari Rp26,59 miliar pada 2023 menjadi Rp39,33 miliar pada 2024, kemudian kembali naik menjadi Rp52,53 miliar pada 2025.

Pertumbuhan juga berlanjut hingga semester I 2026. Per 30 Juni 2026, Bank Banten mencatat laba bersih Rp21,4 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp6,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan aset yang mencapai Rp10,4 triliun atau meningkat 21,91 persen secara tahunan. Penyaluran kredit juga tumbuh 43,25 persen menjadi Rp5,9 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 15,48 persen menjadi Rp6,8 triliun.

Dari sisi kualitas kredit, perseroan juga mencatat perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross turun dari 7,07 persen menjadi 4,38 persen.

Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan relokasi Kantor Cabang Pandeglang menjadi momentum penting bagi perseroan, terlebih bertepatan dengan perayaan satu dekade Bank Banten yang turut ditandai peluncuran logo baru sebagai simbol transformasi perusahaan.

“Kami berharap dengan tempat yang strategis dan representatif ini, kinerja cabang makin baik. Peningkatan kinerja ke depan akan sangat ditentukan oleh koordinasi dan sinergi yang kuat antara Bank Banten, Pemkab Pandeglang, serta masyarakat,” ujar Busthami.

Baca juga:  Kemiskinan di Banten Menurun, Tapi Garis Kemiskinan Kian Tinggi: Tantangan Baru di 2024

Ke depan, Bank Banten juga berharap pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Pandeglang dapat dilakukan melalui Bank Banten. Langkah tersebut dinilai dapat semakin memperkuat fundamental bisnis perseroan sekaligus meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah.

Busthami mengatakan Bank Banten akan memperluas sasaran bisnis, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), masyarakat umum, hingga pelaku UMKM. Strategi tersebut akan dijalankan melalui tiga lini utama, yakni penyaluran kredit (lending), penghimpunan dana (funding), serta pendapatan berbasis bisnis (business-based income) melalui layanan digital.

Untuk mendukung Rencana Bisnis Bank 2026 dan Corporate Plan hingga 2030, manajemen telah menetapkan empat strategi utama. Keempatnya meliputi pertumbuhan bisnis berkelanjutan, keunggulan layanan dan operasional (service and operational excellence), penguatan kemitraan, serta pengembangan sumber daya manusia (human capital) yang profesional dan berintegritas.

“Sebelum implementasi, kami telah melakukan serangkaian penilaian mendalam (assessment), mulai dari sistem TI, bisnis, operasional, hingga kesiapan SDM,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!