TANGERANG, RUBRIKBANTEN – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak masyarakat memanfaatkan pengajian sebagai ruang untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, sekaligus mempererat silaturahmi. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Pengajian Umum Gabungan Desa Panongan, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/7/2026).
Di hadapan sekitar 1.500 jamaah yang didominasi kaum ibu, Dimyati menegaskan bahwa pengajian bukan sekadar tempat menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah membentuk akhlak mulia dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Pengajian adalah tempat memperbaiki diri, memperkuat keimanan, sekaligus mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati mengingatkan masyarakat untuk menjauhi lima kebiasaan yang dapat mengganggu keharmonisan keluarga dan kehidupan sosial. Lima kebiasaan itu dirangkumnya sebagai “5 M”, yakni mengeluh, mengungkit kesalahan, membandingkan diri dengan orang lain, meminta sesuatu melebihi kemampuan, dan marah-marah.
Ia menekankan pentingnya membiasakan rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, sikap bersyukur akan membuka pintu nikmat, sedangkan kebiasaan mengeluh hanya membuat seseorang sulit merasakan kebahagiaan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki masa depan,” katanya.
Dimyati juga mengimbau masyarakat agar menjalani kehidupan sesuai kemampuan dan tidak memaksakan diri di luar batas kemampuan keluarga. Ia menilai, hidup yang dijalani dengan penuh rasa syukur akan menghadirkan ketenangan.
Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan.
“Kalau ada yang sedang marah, jangan ikut terpancing. Beri ruang agar emosinya reda, sehingga persoalan tidak semakin besar,” pesannya.
Dalam tausiyahnya, Dimyati turut menjelaskan empat karakter manusia. Menurutnya, orang bodoh adalah mereka yang hanya memperbesar persoalan. Orang biasa hanya menceritakan masalah, sementara orang bijak mampu menghadirkan solusi. Adapun derajat tertinggi adalah orang yang beriman dan bertakwa, yang menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.
“Saya berharap ibu-ibu semua menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa. Itulah derajat yang paling mulia di hadapan Allah SWT,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Dimyati mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Panongan yang rutin mengikuti pengajian. Ia berharap kegiatan tersebut terus menjadi sarana mempererat ukhuwah, meningkatkan kualitas keimanan, serta memperkokoh persatuan masyarakat.
“Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga. Semoga pengajian ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, dan melahirkan masyarakat Banten yang religius, rukun, dan harmonis,” tutupnya.















