Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosialTeknologi

Arus Balik Nataru Mulai Naik, ASDP Pastikan Penyeberangan Tetap Aman dan Terkendali

226
×

Arus Balik Nataru Mulai Naik, ASDP Pastikan Penyeberangan Tetap Aman dan Terkendali

Sebarkan artikel ini

RUBRIKBANTEN — Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah lintasan penyeberangan nasional. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali, khususnya di lintasan strategis Bakauheni–Merak serta Gilimanuk–Ketapang.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, peningkatan arus balik dipengaruhi oleh berakhirnya masa liburan dan penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Meski volume pergerakan meningkat, layanan penyeberangan dinilai masih dalam kondisi optimal.
“Arus balik memang mulai menguat, namun seluruh sistem layanan berjalan baik. Ini mencerminkan kesiapan operasional serta solidnya sinergi antar pemangku kepentingan,” ujarnya.

Banner

Data Posko Bakauheni mencatat, pada 31 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB, jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 24.020 orang atau naik 7,1 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang tercatat 5.749 unit atau meningkat 3,7 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada kendaraan truk yang mencapai 2.317 unit atau melonjak 19,6 persen, disusul bus sebanyak 277 unit atau naik 10,4 persen.

Baca juga:  IMC Tebar 150 Snack Box di Jalan, Bukti Mahasiswa Cilegon Peduli Sesama Jelang Lebaran

Sementara itu, arus dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H+6 mencatat 22.963 penumpang, turun tipis 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, total kendaraan justru meningkat signifikan menjadi 7.698 unit atau naik 8,4 persen, dengan lonjakan terbesar pada sepeda motor yang mencapai 3.760 unit atau meningkat 18,3 persen.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa berbagai langkah antisipatif terus dilakukan untuk mengurai potensi kepadatan. Upaya tersebut meliputi penerapan delaying system di buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), peningkatan kesiapsiagaan petugas, serta penguatan koordinasi lintas instansi.

Dari sisi operasional, ASDP mengoptimalkan armada dengan mengoperasikan 28 kapal pada kondisi normal. Jumlah ini ditingkatkan hingga 33 kapal di lintasan Merak–Bakauheni dan 34 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat kondisi padat.
“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh langkah antisipasi telah disiapkan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jasa,” kata Windy.

ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memesan tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy, serta memastikan data diri diisi dengan benar guna mempercepat proses layanan di pelabuhan.

Baca juga:  Hindari Isu PIK 2, Nelayan dan Desa Pedaleman Bersatu Bongkar Patok Bambu demi Jaga Kondusifitas

Terkait kondisi cuaca, ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG dan mengingatkan pengguna jasa untuk mengutamakan keselamatan, terutama di lintasan Jawa–Bali yang masih berpotensi terdampak cuaca ekstrem hingga awal Maret 2026.

Secara kumulatif, sejak H hingga H+6, penumpang dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni mencapai 230.350 orang atau naik 4,6 persen, dengan total kendaraan 57.177 unit atau meningkat 7,3 persen. Sementara dari Bali ke Jawa melalui Gilimanuk tercatat 190.283 penumpang, turun 2,9 persen, namun kendaraan meningkat menjadi 54.651 unit atau naik 2,3 persen.

Sebagai tulang punggung konektivitas antarpulau, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di awal tahun 2026.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!