Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKabupaten LebakKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Wisuda Perdana Santri Al Khanza, Wagub Banten: Ikhlas dan Sabar Kunci Raih Cita-cita

16
×

Wisuda Perdana Santri Al Khanza, Wagub Banten: Ikhlas dan Sabar Kunci Raih Cita-cita

Sebarkan artikel ini

LEBAK, RUBRIKBANTEN – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, berpesan kepada para santri yang telah diwisuda di Pondok Pesantren Modern Al Khanza agar terus menuntut ilmu, menjaga keikhlasan, dan bersikap sabar dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan setelah lulus dari pesantren.

Pesan tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Wisuda Santri Angkatan I Tahun 2026 Pondok Pesantren Modern Al Khanza di Cibadak, Kabupaten Lebak, Sabtu (20/6/2026).

Banner

“Selamat kepada anak-anakku sekalian yang sudah diwisuda. Saudara adalah perintis pondok pesantren ini,” ujar Dimyati di hadapan para santri dan wali santri.

Menurutnya, kehidupan setelah meninggalkan pesantren akan penuh dengan berbagai ujian dan godaan yang dapat membelokkan arah perjuangan seseorang dalam meraih cita-cita. Karena itu, para santri diminta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang telah diajarkan selama menempuh pendidikan di pesantren.

“Setelah lulus pasti akan berlayar di kehidupan. Pasti akan menemui angin badai atau topan, panas dan hujan. Kalau kalian betul-betul lurus, ikhlas dan sabar, kalian akan menjadi kiai atau ustazah,” katanya.

Baca juga:  DPUPR Banten Terancam Kelebihan Bayar Rp5,7 Miliar, Denda Keterlambatan Capai Rp1,5 Miliar

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, ustaz, ustazah, dan pengelola pondok pesantren yang dinilai telah membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan keagamaan.

“Terima kasih kepada para kiai, ustazah, dan pondok pesantren yang telah memberikan dukungan kepada negara, khususnya pemerintah, dalam mencerdaskan bangsa,” ujarnya.

Pada sambutannya, Dimyati turut memaparkan empat kategori manusia yang menurutnya dapat menjadi gambaran dalam menjalani kehidupan. Pertama, manusia bodoh yang selalu mempermasalahkan masalah dan memandang segala sesuatu secara negatif.

Kedua, manusia biasa yang hanya menceritakan masalah dengan sikap mengeluh, marah, mengungkit persoalan, dan menyalahkan keadaan.

“Ketiga adalah manusia bijak, yaitu mereka yang cerdas dan selalu mencari solusi dari setiap masalah,” jelasnya.

Sementara kategori keempat adalah manusia yang beriman dan bertakwa, yakni pribadi yang mampu bersyukur dalam setiap keadaan, termasuk saat menghadapi ujian hidup.

“Dikasih apapun oleh Allah SWT, dia bersyukur. Dengan ujian dia akan diangkat derajat dan martabatnya,” tutur Dimyati.

Tak hanya itu, Wagub juga menjelaskan filosofi kata SANTRI. Menurutnya, huruf S berarti sains atau ilmu pengetahuan, A berarti akhlak, N berarti nation atau NKRI, T berarti taat, R berarti ramah, serta I yang bermakna iman dan takwa.

Baca juga:  Pemkot Cilegon Dorong Zakat Terpusat dan Legal, Baru 30 Persen DKM Miliki UPZ

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al Khanza, KH Ade Bujairimi, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Banten dalam prosesi wisuda perdana tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Ponpes Al Khanza mengusung konsep pendidikan yang memadukan sistem modern dengan pendidikan salafiyah agar para santri memiliki keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum.

“Pendidikan salafi sangat dibutuhkan. Pendidikan modern juga sangat dibutuhkan. Maka kami satukan,” ungkap KH Ade Bujairimi.

Wisuda Angkatan I ini menjadi momentum bersejarah bagi Pondok Pesantren Modern Al Khanza sekaligus menandai lahirnya generasi santri yang diharapkan mampu menjadi pribadi berilmu, berakhlak, serta berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!