SERANG, RUBRIKBANTEN – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa museum memiliki peran penting sebagai destinasi wisata edukatif yang sarat nilai sejarah dan pengetahuan. Keberadaan museum dinilai mampu memperkaya ragam objek wisata di Provinsi Banten sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Dimyati usai menghadiri acara **Re-launching Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia** di Karundang, Kota Serang, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, sektor pariwisata tidak hanya bertumpu pada wisata alam, religi, maupun kuliner, tetapi juga perlu didukung oleh wisata edukasi seperti museum yang mampu memberikan wawasan dan inspirasi bagi pengunjung.
“Semoga museum ini bisa memberikan cakrawala baru bagi masyarakat. Hidup itu seperti roda sepeda, life is like riding a bicycle, to keep balance you have to keep moving. Jadi kita harus terus bergerak, berkembang, dan menjalani kehidupan dengan semangat,” ujar Dimyati.
Ia berharap keberadaan Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia dapat menjadi salah satu ikon wisata edukasi di Banten yang mampu menarik minat pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan dari berbagai daerah.
Sementara itu, Kepala Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia, Wulida Putra, mengatakan bahwa pembukaan kembali museum ini merupakan upaya untuk memperkenalkan sejarah perjalanan luar biasa seorang putra Banten kepada masyarakat luas.
“Alhamdulillah museum ini kembali dibuka dan berjalan dengan baik sebagai tempat wisata edukasi. Kami berharap masyarakat dapat mengenal lebih dekat perjalanan yang penuh inspirasi ini,” katanya.
Museum tersebut menyimpan berbagai dokumentasi perjalanan Fauna Sukma Prayoga yang berhasil mengelilingi dunia menggunakan sepeda selama enam tahun, dari 1985 hingga 1991.
Perjalanan monumental itu dimulai dari Kwartir Cabang Pramuka Serang pada 14 Agustus 1985. Fauna menempuh rute panjang melintasi Sumatera, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh, India, Pakistan, Afghanistan hingga kawasan Timur Tengah. Ia bahkan memperoleh kesempatan memasuki Kota Makkah dalam perjalanan tersebut.
Petualangannya berlanjut pada 1988-1989 menuju Benua Afrika dengan menyeberangi Laut Merah menuju Somalia, kemudian melintasi Mesir, Jordania, Suriah, Turki hingga menjelajahi negara-negara Eropa Barat dan Eropa Timur.
Pada periode 1989-1990, Fauna meneruskan perjalanan dari Inggris menuju Amerika Serikat, Kanada, Hawai, Jepang, Taiwan hingga Australia. Setelah menuntaskan ekspedisi keliling dunia, ia kembali ke Indonesia pada 1991 dengan membawa pengalaman berharga yang kemudian diwujudkan melalui pendirian Museum Sepeda di Nancang Cilik, Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
Museum tersebut kini menjadi saksi perjalanan bersejarah sekaligus simbol semangat pantang menyerah, keberanian, dan tekad untuk terus bergerak menembus batas dunia.















