Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKabupaten LebakKementerianKesehatanNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Warga Banten Selatan Tak Perlu Jauh Cuci Darah, RSUD Malingping Kini Siapkan 10 Tempat Tidur

41
×

Warga Banten Selatan Tak Perlu Jauh Cuci Darah, RSUD Malingping Kini Siapkan 10 Tempat Tidur

Sebarkan artikel ini

LEBAK, RUBRIKBANTEN – Akses layanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal di wilayah Banten bagian selatan mulai diperluas. Gubernur Banten Andra Soni meresmikan layanan hemodialisis atau cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (30/9/2026).

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin, sekaligus mengurangi beban perjalanan pasien untuk mendapatkan layanan medis.

Banner

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Andra Soni. Setelah itu, gubernur meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti warga setempat dan memeriksa kesiapan ruang hemodialisis di rumah sakit tersebut.

“Fasilitas ini disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah. RSUD Malingping telah menyiapkan 10 tempat tidur untuk layanan tersebut. Semoga ini bermanfaat bagi masyarakat,” kata Andra Soni.

Menurutnya, penyediaan layanan hemodialisis merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi kesenjangan fasilitas medis, khususnya bagi masyarakat di wilayah selatan Banten.

Baca juga:  Enam Kandidat Komisaris Independen PT PCM Jalani Wawancara, Pansel Tegaskan Tanpa Intervensi Politik

Andra Soni juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan sejak dini. Ia mendorong warga memanfaatkan program CKG untuk mendeteksi potensi penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai penting untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit, termasuk gangguan fungsi ginjal, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal sesuai kondisi pasien.

Ia menjelaskan, pasien yang mengalami gagal ginjal dapat membutuhkan terapi cuci darah secara rutin. Prosedur tersebut memerlukan waktu beberapa jam dalam setiap sesi, sehingga ketersediaan fasilitas yang lebih dekat dengan tempat tinggal pasien menjadi penting.

Di sisi lain, Andra Soni mengakui pemerataan fasilitas kesehatan di wilayah Banten bagian selatan masih membutuhkan perhatian. Meski Pemprov Banten telah mengoperasikan RSUD Cilograng, RSUD Malingping, dan RSUD Labuan, peningkatan kualitas dan kapasitas pelayanan tetap diperlukan.

Pemprov Banten, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan layanan rumah sakit, mulai dari penambahan dokter spesialis hingga peningkatan kapasitas ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Baca juga:  Jurnalisme Kampus: Mahasiswa STAI Wasfal Rangkasbitung Antusias Ikuti Literasi Media

“Misalnya dengan memperbanyak dokter spesialis, serta menambah kamar rawat dan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sehingga masyarakat tidak lagi mengantre lama,” pungkasnya.

Dengan beroperasinya layanan hemodialisis di RSUD Malingping, masyarakat berharap akses pengobatan bagi pasien gagal ginjal di Banten selatan semakin mudah. Namun, keberlanjutan layanan juga akan bergantung pada ketersediaan tenaga medis, kesiapan peralatan, serta kemampuan rumah sakit memenuhi kebutuhan pasien secara berkesinambungan.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!