Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

KRL Bakal Tembus Merak, Pemprov Banten Siapkan FS Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak

107
×

KRL Bakal Tembus Merak, Pemprov Banten Siapkan FS Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai mendorong percepatan elektrifikasi sekaligus pembangunan jalur ganda (double track) kereta api lintas Rangkasbitung–Merak. Proyek tersebut disiapkan untuk memperkuat transportasi publik sekaligus membuka konektivitas antarkawasan di Banten.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kebutuhan peningkatan layanan kereta api semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah pengguna transportasi publik, khususnya lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.

Banner

Hal itu disampaikan Andra saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung–Merak di Hotel Le Dian, Kota Serang, Jumat (2/10/2026).

“Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak,” kata Andra.

Menurutnya, rencana elektrifikasi tersebut sebenarnya telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Namun, program itu belum masuk dalam Rencana Strategis (Renstra), sehingga diperlukan penguatan usulan agar dapat ditindaklanjuti pemerintah pusat.

Karena kewenangan pembangunan berada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pemprov Banten kini menyiapkan feasibility study (FS) sebagai dasar untuk melihat kelayakan proyek, baik dari sisi operasional maupun pembiayaan.

Baca juga:  Tarif Mandek, Ongkos Kapal Meledak: Gapasdap Peringatkan Ancaman bagi Layanan Penyeberangan

“Harapannya, dari FS ini dapat terkonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, termasuk jalur ganda dan KRL lanjutan dari Rangkasbitung, memang bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Penumpang Membeludak, Kapasitas Jadi Sorotan

Andra menyebut kebutuhan peningkatan kapasitas kereta api tidak terlepas dari tingginya jumlah penumpang. Data yang disampaikan menunjukkan jumlah pengguna KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung pada 2025 mencapai 77,5 juta penumpang.

Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 85 juta penumpang pada 2026. Bahkan, tingkat keterisian kereta pada jam sibuk disebut telah mencapai 161 persen.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemprov Banten mendorong pengembangan jaringan kereta api hingga wilayah barat Banten.

Berdasarkan studi kelayakan awal, proyek elektrifikasi Rangkasbitung–Merak diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1,29 triliun.

Jika terealisasi, kapasitas layanan harian diproyeksikan meningkat dari sekitar 9.900 penumpang menjadi 18.000 penumpang.

Pembangunan juga direncanakan dilakukan secara bertahap. Tahap awal dapat dimulai dari lintas Rangkasbitung–Serang, kemudian dilanjutkan menuju Cilegon hingga Merak.

Dengan skema tersebut, elektrifikasi tidak hanya diarahkan untuk memperluas layanan KRL, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan konektivitas transportasi publik yang menghubungkan wilayah selatan, tengah, hingga barat Banten.

Baca juga:  Inovasi Cerdas! Kadis DP3AP2KB Luncurkan Aplikasi ‘Lindungi’ untuk Percepat Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Wali Kota Serang Dorong Stasiun Cipocok Jaya Dihidupkan Lagi

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambut baik langkah Pemprov Banten yang mulai menindaklanjuti rencana elektrifikasi hingga wilayah barat Banten.

Menurutnya, penyusunan FS menjadi tahapan penting agar usulan tersebut memiliki dasar teknis ketika dibawa ke pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

“Alhamdulillah, Gubernur merespons cepat inisiatif ini agar Kota Serang bisa mendapatkan layanan kereta elektrifikasi,” kata Budi.

Budi menilai peningkatan konektivitas kereta api berpotensi memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi di Kota Serang.

Jika terealisasi, masyarakat Serang dan daerah sekitarnya akan memiliki konektivitas transportasi publik yang lebih terintegrasi menuju Jakarta maupun wilayah lain di Banten.

Ia berharap proses pengembangan tersebut dapat berlanjut pada 2027 melalui Kementerian Perhubungan sesuai komitmen yang telah dibangun.

Selain elektrifikasi, Budi mengungkapkan adanya rencana menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya sebagai bagian dari pengembangan jaringan kereta api tersebut.

“Stasiun ini (Cipocok Jaya) akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti akan melewati area sana,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!