Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Wabup Serang Imbau Warga Kampung Kosambi Tidak Jual Tanah Sentra Gerabah

35
×

Wabup Serang Imbau Warga Kampung Kosambi Tidak Jual Tanah Sentra Gerabah

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengimbau masyarakat Kampung Kosambi, Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas, agar tidak menjual tanah di sekitar kawasan sentra gerabah kepada pihak luar. Menurutnya, kawasan tersebut harus tetap dipertahankan sebagai sumber bahan baku utama kerajinan gerabah yang telah menjadi salah satu identitas Kabupaten Serang.

Imbauan itu disampaikan Najib saat mengunjungi sentra pengrajin gerabah di Kampung Kosambi. Ia menegaskan, jika masyarakat ingin memperoleh nilai ekonomi dari potensi daerahnya, maka yang harus dijual adalah produk gerabah, bukan tanah atau bahan baku yang menjadi penopang keberlangsungan usaha para pengrajin.

Banner

“Kita ingin yang dijual adalah hasil karya gerabah yang bernilai ekonomi, bukan tanah yang menjadi sumber kehidupan para pengrajin,” ujar Najib.

Selain menjaga ketersediaan bahan baku, Najib juga menekankan pentingnya perlindungan hukum terhadap produk gerabah melalui hak kekayaan intelektual. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar gerabah khas Kampung Kosambi memiliki identitas yang kuat dan tidak diklaim oleh daerah lain.

Baca juga:  100 Hari Robinsar–Fajar: Layanan Persalinan 24 Jam Mulai Dirasakan Warga

“Pemerintah Kabupaten Serang ingin gerabah menjadi salah satu produk unggulan daerah yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan mancanegara. Dengan begitu, Kabupaten Serang dapat dikenal sebagai salah satu sentra penghasil gerabah terbaik di Indonesia,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Adang Rahmat, mengapresiasi konsistensi masyarakat Kampung Kosambi yang terus memproduksi dan memasarkan gerabah sebagai karya unggulan daerah. Menurutnya, aktivitas para pengrajin telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Sementara itu, Camat Ciruas, Yuli Saputra, mengajak para pengrajin untuk terus berinovasi dalam menciptakan berbagai model dan desain gerabah agar semakin diminati masyarakat serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, salah seorang pengrajin gerabah, Aspuri, berharap Pemerintah Kabupaten Serang dapat membantu menyediakan akses terhadap sumber bahan baku tanah liat berkualitas. Ia juga mengusulkan adanya program bantuan permodalan tanpa agunan untuk memperkuat usaha para pengrajin.

“Ketersediaan bahan baku yang baik dan dukungan modal akan sangat membantu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas kapasitas produksi gerabah Kampung Kosambi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Baca juga:  Pemilihan RW 03 Sukmajaya Dinilai Tak Rasional

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, sentra gerabah Kampung Kosambi diharapkan terus berkembang sebagai ikon industri kreatif Kabupaten Serang sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!