Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahInternasionalKementerianKesehatanKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosial

TBC Masih Jadi Ancaman Serius, Cilegon Waspada: Indonesia Peringkat Dua Dunia

570
×

TBC Masih Jadi Ancaman Serius, Cilegon Waspada: Indonesia Peringkat Dua Dunia

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, dr. Ratih Purnamasari, mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya angka kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia, setelah India.

“Iya, sedunia itu kita nomor dua setelah India. Saya heran, padahal negara seperti China dengan jumlah penduduk jauh lebih besar tidak masuk posisi itu. Indonesia yang hanya dua ratus juta sekian justru berada di urutan kedua,” kata Ratih saat ditemui di Cilegon, Kamis (17/4/2025).

Banner

Ratih belum dapat memastikan apakah tren kasus TBC di Kota Cilegon mengalami peningkatan atau penurunan. Hal ini dikarenakan data yang terus diperbarui dan masih dalam proses analisis.

“Untuk Cilegon sendiri saya belum bisa memastikan apakah meningkat atau tidak, karena data itu terus berjalan dan diperbarui,” ujarnya.

Meski demikian, Dinkes Cilegon terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk menekan penyebaran penyakit menular tersebut. Ratih menegaskan, keberhasilan pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan butuh partisipasi aktif dari masyarakat.

Baca juga:  Tiga Tersangka Pemalakan Proyek Chandra Asri, Aktivis: Cilegon Jangan Biarkan “Ayam Mati di Lumbung Padi”

“Pencegahan butuh kerja sama semua pihak. Sosialisasi dan edukasi tidak cukup hanya dari pemerintah. Masyarakat juga harus sadar dan peduli. Karena TBC itu menular, satu rumah bisa tertular semua jika tidak ditangani,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gejala TBC, terutama batuk yang berlangsung lebih dari satu bulan. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Ratih juga menekankan pentingnya menjaga etika batuk, kualitas udara dalam rumah, serta mengurangi paparan debu dan memperbaiki ventilasi.

“Kalau batuk, tutuplah dengan benar. Pastikan rumah punya ventilasi yang baik agar sirkulasi udara lancar dan debu tidak menumpuk,” tambahnya.

TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, berdampak langsung terhadap angka kematian, produktivitas usia kerja, hingga beban ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada 2030, dengan menurunkan insidensi hingga 85 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi 6 per 100.000 penduduk.

Indikator lainnya meliputi cakupan pengobatan di atas 90 persen, tingkat keberhasilan pengobatan lebih dari 90 persen, dan terapi pencegahan TBC minimal 80 persen.

Baca juga:  Gubernur Banten Buka Diklat Kepemimpinan Pengawas, Cetak Pejabat Andal Masa Depan

“Mari kita sama-sama waspada, karena kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Ratih. (*)

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!